Covid XBB Bisa Lolos Antigen, Ini Cara Atasinya


XBB lolos antigen membuat Kemenkes harus bergerak cepat untuk menghimbau masyarakat mengedepankan protokol kesehatan, serta melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19 atau usai melakukan kontak langsung dengan orang positif Covid-19. Namun perlu diketahui bahwa Omicron varian XBB ini tidak terdeteksi melalui pemeriksaan antigen, dan hanya bisa terdeteksi melalui swab test PCR. Lantas, bagaimana mengenali gejalanya?

Setelah sejenak bernapas lega dan beberapa negara menyatakan tidak mewajibkan penggunaan masker, kenyataannya ternyata pandemi Covid-19 belum berakhir. Di berbagai belahan dunia kasus Covid-19 kembali naik. Misalnya saja di Singapura yang terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat kemunculan subvarian Omicron XBB. Akibat peningkatan kasus aktif ini, perawatan di rumah sakit juga ikut meningkat.

Indonesia menyatakan penemuan kasus pertama Omicron XBB yang terdeteksi pada seorang perempuan yang baru kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia dinyatakan positif Covid-19 dengan subvarian Omicron XBB pada 26 September 2022. Setelah menjalani isolasi, ia dinyatakan sembuh pada 3 Oktober 2022. Hingga 25 Oktober 2022, ditemukan tambahan 3 orang yang terkonfirmasi positif subvarian Omicron XBB, sehingga penemuan ini menggenapkan 4 kasus Covid-19 subvarian XBB di Indonesia.

Seperti Apa Gejala Covid-19 Subvarian Omicron XBB?

ilustrasi gejala xbb
Sumber gambar

Subvarian Omicron XBB pertama kali dikonfirmasi di India. Para ilmuwan dari China kemudian menemukan bahwa strain XBB adalah jenis strain yang paling menghindari antibodi yang diuji, artinya kekebalan yang diperoleh dari vaksin sebelumnya tidak dapat memberikan kekebalan yang sama. Anda berisiko terinfeksi Omicron XBB bila tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Varian baru covid 19 ini tampak lebih ganas dibandingkan varian lain, namun faktanya tidak demikian. Omicron subvarian XBB memang lebih cepat menular dibandingkan subvarian lain, namun tidak menyebabkan gejala yang parah.

Beberapa gejala yang muncul saat terinfeksi Omicron XBB yaitu:

  • Demam dan menggigil
  • Kelelahan parah yang menyebar ke seluruh tubuh hingga tubuh terasa sakit
  • Sakit kepala terus menerus
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Hidung berair dan tersumbat
  • Anosmia (kehilangan penciuman)
  • Mual dan muntah
  • Diare

XBB lolos antigen, bagaimana cara mendeteksi varian ini?

Selain subvarian XBB, para ahli juga menemukan strain XBC yang merupakan mutasi dari XBB. Kedua varian tersebut sama-sama lebih menular, menghindari kekebalan dan hanya terdeteksi dengan tes RT-PCR. Berbeda dengan varian sebelumnya yang masih terdeteksi melalui tes antigen, subvarian XBB dan XBC memang tidak terdeteksi dengan tes antigen. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi semua orang, untuk lebih mewaspadai gejala yang dirasakan.

Mengapa tes antigen tidak dapat mendeteksi subvarian Omicron XBB? Pertanyaan ini tidak hanya muncul di benak Anda, namun juga di benak semua orang saat ini. Sekali lagi, tidak terdeteksi pada tes antigen bukan berarti virus ini sangat mematikan, karena sejauh pengamatan gejalanya tergolong ringan, pun tetap tak boleh diremehkan.

Perlu diketahui bahwa tidak seperti tes PCR, tes antigen memang hanya dapat menentukan apakah Anda memiliki virus aktif atau tidak. Tes cepat antigen tidak dapat mendeteksi sejumlah kecil virus atau adanya strain/garis keturunan virus tertentu. Untuk menjawab rasa penasaran Anda, maka Anda harus tahu apa perbedaan tes antigen dan tes RT-PCR yang dianggap mendiagnosis dengan lebih detail.

Tes antigen, kelebihan dan kekurangannya

ilustrasi swab test
Sumber gambar

Sama-sama digunakan untuk mendeteksi Covid-19, tes antigen dan RT-PCR adalah dua jenis tes yang berbeda.

Tes antigen atau disebut juga rapid tes adalah jenis tes yang memeriksa protein yang ditemukan di bagian luar virus. Tes ini meniru apa yang antibodi lakukan, di mana antibodi biasanya menempel pada protein antigen yang melawan virus. Tes antigen mengambil sampel cairan dari dalam hidung. Molekul dalam cairan yang menempel pada alat tes akan memunculkan strip pada garis yang bisa berarti Anda positif atau negatif Covid-19.

Tes antigen biasanya hanya memakan waktu 15-30 menit, di mana hasilnya akurat apabila digunakan dalam beberapa hari sejak awal gejala, yaitu saat virus terdeteksi dalam jumlah terbesar. Orang yang dites antigen dan menunjukkan hasil negatif masih memiliki kemungkinan terinfeksi. Untuk mengonfirmasi apakah gejala yang muncul adalah Covid-19, maka dibutuhkan tes RT-PCR.

Dalam kondisi tertentu, tes antigen cukup akurat dan bisa diandalkan untuk mendeteksi Covid-19. Selain itu, ada beberapa kelebihan yang membuat orang lebih senang menggunakan tes antigen, antara lain:

  • Hasil tes sangat cepat dan cukup akurat, terutama untuk mendeteksi seminggu pertama saat sakit
  • Tes antigen bekerja lebih baik pada orang yang telah melakukan kontak dengan yang telah terkonfirmasi positif Covid-19
  • Tes antigen portabel, sehingga bisa digunakan di mana saja, tidak harus di fasilitas kesehatan
  • Tes antigen mudah dilakukan dengan sedikit peralatan ekstra yang perlu disiapkan sebelumnya
  • Tes antigen lebih murah daripada tes laboratorium seperti RT-PCR
  • Tidak harus ada orang yang membantu melakukan tes antigen, Anda bahkan bisa melakukannya sendiri
  • Hasilnya dapat ditunggu dalam beberapa menit (biasanya sekitar 15 menit)

Namun karena bisa mendeteksi dalam periode waktu tertentu dan strain tertentu saja, maka memang sebaiknya bila Anda baru saja melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, baru saja melakukan perjalanan luar negeri, baru saja melakukan perjalanan dalam negeri, dan menunjukkan gejala Covid-10, maka RT-PCR adalah rekomendasi yang terbaik untuk didapatkan.

Tes RT-PCR, kelebihan dan kekurangannya

ilustrasi tes pcr
Sumber gambar

Tes PCR mengambil sampel asam ribonukleat (RNA) dari cairan yang dikumpulkan dengan usap hidung atau tenggorokan, dan menguatkannya di laboratorium untuk membantu melihat jejak kecil virus. Dengan sedikit jejak virus, tes PCR sudah bisa mendeteksi dan mengetahui strain apakah virus tersebut. Tes ini tidak mengubah materi genetik, dan hanya akan memberi tahu apakah Anda positif Covid-19 atau tidak.

Kelebihan dari RT-PCR atau disebut juga swab PCR adalah keakuratan dan keandalannya dalam menguji materi genetik sepsifik virus dan menghilangkan gangguan virus lain. Sayangnya metode ini tidak mudah didapatkan, dan harus dilakukan di fasilitas kesehatan atau laboratorium terdekat. Selain itu, hasilnya juga tidak bisa diketahui langsung. Anda cenderung harus menunggu beberapa hari hingga mengetahui apakah Anda positif atau negatif.

Seperti yang diinfokan bahwa subvarian Omicron XBB tidak dapat dideteksi dengan tes antigen, maka untuk mencegah penyebaran dan lonjakan kasus di Indonesia, sebaiknya dapatkan tes PCR apabila Anda baru saja melakukan perjalanan ke luar atau dalam negeri, melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, atau memiliki gejala Covid-19.

Perketat pula protokol kesehatan seperti menggunakan masker yang menutup area hidung, mulut dan dagu dengan baik, menghindari kerumunan, menjaga jarak, serta sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Lakukan isolasi mandiri di rumah apabila Anda sedang bergejala dan menunggu hasil RT-PCR untuk mengonfirmasi gejalanya.

BACA JUGA: Ciri-ciri Covid XBB yang Perlu Anda Ketahui

Segera cari pertolongan medis darurat di rumah sakit apabila Anda mengalami kesulitan bernapas, merasakan nyeri di dada terus menerus, kebingungan, kesulitan menjaga kesadaran atau memiliki wajah yang membiru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *