Ciri Pembuluh Darah Pecah dan Penyebabnya


Kondisi pembuluh darah pecah ada banyak bentuknya, tidak selalu berupa kondisi stroke atau hipertensi. Meski demikian, beberapa kasus gangguan kesehatan jenis ini memang seringkali menimbulkan risiko tinggi. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui penyebab dan gejalanya.

Pembuluh darah pada dasarnya seperti jalur yang menghantarkan oksigen, darah dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh kita. Ukurannya beragam dari cukup besar hingga sangat kecil. Lebih tipis dari helai rambut manusia Nah yang sering tidak kita sadari adalah gaya hidup atau kebiasaan yang membebani para pembuluh darah ini sehingga mengalami penyumbatan.

Akibatnya dapat terjadi lonjakan tekanan darah, risiko hipertensi dan stroke. Kondisi ini cukup banyak di kalangan pria di atas 35 tahun. Namun demikian, siapapun bisa memiliki kondisi pembuluh darah pecah yang ternyata beragam jenis dan penyebabnya. Apa saja itu? Mari kita bahas bersama di bawah ini.

Ciri terjadinya pembuluh darah pecah

ilustrasi pusing berat
Sumber gambar

Kita kan membahas pecahnya pembuluh darah di otak. Umumnya hal ini akan menyebabkan beberapa gejala yang signifikan dan perlu kita waspadai. Ciri-cirinya seperti di bawah ini:

  • Tiba-tiba sakit kepala dengan intensitas sedang sampai kuat, durasinya bisa cukup panjang
  • Mata mengalami penurunan atau gangguan penglihatan. Bisa di salah satu sisi atau keduanya
  • Agak tersendat atau kesulitan saat menelan
  • Terasa ada kesemutan, kebas atau bahkan lumpuh pada beberapa area. Seperti wajah, kaki dan lengan.
  • Kehilangan kontrol atas koordinasi tubuh
  • Kehilangan keseimbangan
  • Menyebabkan hilang kesadaran
  • Muntah
  • Mengigau atau bicara tidak jelas, seperti orang bingung

Bila pasien mengalami kondisi seperti ini, atau 3 di antaranya, sebaiknya segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Pembuluh darah pecah bisa mengarah pada kondisi hipertensi, sehingga pertolongan di 1 jam pertama bisa sangat menentukan kondisi berikutnya.

Faktor risiko

Faktor risiko adalah hal-hal yang bisa melatarbelakangi potensi terjadinya gangguan kesehatan. Pada pembuluh darah pecah, ada beberapa kondisi bawaan atau kebiasaan yang bisa memicu penyumbatan atau pelemahan jalur lewatnya darah dan nutrisi ini.

Seringnya, faktor risiko yang ada pada pasien adalah kondisi berikut:

  1. Merupakan seorang perokok. Sebab kandungan rokok yang mengendap dalam tubuh bisa menyebabkan permasalahan pada organ dan dinding arteri.
  2. Memiliki potensi hipertensi. Seperti tensi yang tinggi karena gaya hidup atau faktor keturunan.
  3. Punya riwayat trauma pada kepala seperti terbentur
  4. Memiliki permasalahan dengan pembuluh darah seperti pelebaran atau penyempitan
  5. Ada gangguan metabolisme atau gangguan pada organ
  6. Peminum alkohol
  7. Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat.

Penyebab pembuluh darah pecah karena tekanan darah tinggi

ilustrasi gejala darah tinggi
Sumber gambar

Kelainan pembuluh darah atau penyumbatan pada arteri bisa memicu tekanan darah tinggi. Bila kondisi ini berlangsung dalam kurun waktu tahunan, lama-kelamaan bisa menyebabkan rapuhnya pembuluh darah tadi. Karena itu, pasien yang memiliki hipertensi sangat perlu memperbaiki pola hidupnya sesegera mungkin setelah mengetahui kondisi mereka.

Selain perbaikan pola hidup seperti makanan, olahraga dan istirahat cukup, juga perlu bantuan obat rutin. Hal ini tujuannya adalah membantu fungsi tubuh yang menurun seperti penyempitan pembuluh darah tadi. Dengan demikian bisa mencegah risiko fatal karena pembuluh darah pecah.

Gaya hidup yang sebagian besar karena pola makan

Salah satu pola hidup yang paling bervariasi antara individu adalah makan. Ada yang mindful eating, ada yang harus kenyang, atau bahkan yang penting makan. Tidak ada salahnya menjaga pola makan sebab pada kenyataannya, berbagai macam permasalahan kesehatan terjadi karena asupan kita.

Menjamurnya jajanan dan makanan masa kini membuat banyak hobi kuliner yang berkembang. Namun demikian, perhatikan juga kadar garam dan kolesterol di dalamnya. Hal ini bila tidak kita kelola dengan baik dan imbangi dengan olahraga, bisa mengundang berbagai masalah seperti gangguan hati, ginjal, penyumbatan pembuluh darah, hipertensi dan kolesterol. Kondisi tersebut sangat bisa memicu munculnya kondisi pembuluh darah pecah, bahkan pada usia muda.

Akibat cedera atau kecelakaan

ilustrasi kecelakaan
Sumber gambar

Kepala yang mengalami trauma seperti benturan, pukulan, terjatuh dan lain sebagainya, sangat riskan akan risiko gegar otak dan pecahnya arteri. Oleh karena itu, kita sangat perlu berhati-hati dalam melakukan hal yang punya tingkah keberbahayaan tinggi. Misalnya bekerja di proyek atau berkendara, gunakanlah helm. Jaga jarak dan hati-hati saat menggunakan kendaraan, berjalan di area licin seperti kamar mandi atau kolam renang, serta kondisi yang bisa membahayakan kepala lainnya.

Pembuluh darah pecah karena aneurisma

Kondisi yang cukup serius dari kelainan arteri, yakni ketika dinding pembuluh darah menjadi lemah dan melebar. Semakin lama, kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menjadi pecah dan darah masuk ke otak, menyebabkan stroke. Pembengkakan pembuluh darah ini termasuk sebagai jenis kelainan arteri yang mungkin terjadi karena faktor genetik atau bawaan saat lahir.

Kelainan pembuluh darah angiopati amiloid

Ada beberapa jenis kelainan pembuluh darah yang salah satu di antaranya terjadi pada usia lanjut. Bisa juga terjadi pada mereka yang mengalami kondisi alzheimer, hipertensi maupun demensia. Kelainan ini adalah angiopati amiloid.

BACA JUGA: Rekomendasi Makanan untuk Mengurangi Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Kelainan ini muncul karena pada dinding arteri terdapat endapan atau tumpukan beta amiloid protein. Kondisi tersebut bisa menyebabkan pendarahan kecil, tapi cukup sering sehingga efeknya bisa lebih signifikan.

Kelainan pada darah

Selain pembuluh, darah itu sendiri bisa mengalami kelainan. Salah satunya adalah pembekuan darah yang bermasalah. Beberapa contoh kasusnya adalah anemia sel sabit dan hemofilia. Hal ini menyebabkan kondisi seperti penurunan jumlah trombosit.

Gangguan hati atau penggunaan obat tertentu

Selain beberapa penyebab di atas, kondisi gangguan hati bisa menyebabkan terjadinya permasalahan pada pembekuan darah. Akibatnya, terjadi masalah pada aliran darah di arteri. Penggunaan jenis obat tertentu seperti obat pengencer darah juga dapat meningkatkan risiko adanya kondisi pembuluh darah pecah ini.

Pentingnya menjaga pola hidup dan mengelola stres

Seperti yang sempat kita bahas sebelumnya, gaya hidup menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan. Tidak ada salahnya menjalani gaya hidup tertentu, asalkan kita bisa mengelola dan mengendalikannya. Misalnya sebagai penikmat kuliner dan melakukan mukbang atau sesi makan besar. Namun, tetap pantau kesehatan kita dan lakukan kegiatan olah tubuh sehingga metabolisme tetap berjalan dengan baik di tubuh.

Contoh lainnya adalah mengelola stres yang belakangan makin meningkat di kalangan masyarakat modern. Kita bisa lakukan pengelolaan stres dengan berkonsultasi ke ahlinya, melakukan terapi nafas, olahraga atau meditasi, serta menyalurkan pikiran dan energi negatif lewat hal-hal yang bermanfaat.

BACA JUGA: Mengenal Gula Darah Rendah atau Hipoglikemia

Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui, utamanya tentang ciri dan penyebab pembuluh darah pecah. Jangan lupa untuk memperhatikan munculnya gejala dan tindakan di satu jam pertama. Sebab penanganan cepat inilah yang meningkatkan angka kesembuhan dari pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *