7 Cara Mengatasi Cegukan agar Cepat Reda


Ketahui cara mengatasi cegukan sebab hal ini bisa saja terjadi sewaktu-waktu, termasuk pada waktu yang penting. Mekanisme tubuh yang reflek sehingga seseorang mengeluarkan suara cegukan secara berulang ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Durasinya juga bervariasi dan bisa terjadi dalam hitungan detik, menit hingga jam.

Lokasi pusat terjadinya cegukan adalah di bagian diafragma yang kadang-kadang bisa mengalami kontraksi. Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya suara cegukan yang berulang-ulang dengan durasi singkat atau bahkan bisa sampai dua hari.

Beberapa hal yang bisa membuat kontraksi ini terjadi misalnya makan terlalu banyak tapi terburu-buru, kemasukan udara terlalu banyak saat membuka mulut untuk makan atau bicara, konsumsi minuman berkarbonasi atau beralkohol, atau bisa juga merupakan respon saat kita sedang stres, gugup atau cemas.

Tentunya hal ini sangat kurang nyaman bila berada di momen yang penting atau terjadi dalam durasi yang terlalu lama. Untuk itu, simak tips di bawah ini supaya bisa mengetahui cara terbaik mengatasi cegukan.

Cara mengatasi cegukan dengan minum air

ilustrasi minum air putih
Sumber gambar

Banyak yang menggunakan cara satu ini dalam mengatasi cegukan. Kemungkinan adalah karena bisa membantu mengurangi udara serta meredakan kejang atau kontraksi di dalam tubuh. Masuknya air juga bisa memecahkan tempo dari cegukan tersebut sehingga hilang seiring berjalannya waktu.

Meski demikian, jangan impulsif saat minum. Coba dengan 1-2 teguk lebih dulu dan perhatikan bagaimana reaksi tubuh. Terkadang dengan cara ini tidak langsung hilang dan butuh beberapa kali minum sambil memantau cegukannya. Bila tidak selesai dengan segelas air, maka hentikan dulu. Tidak perlu memaksakan untuk minum lagi agar tidak merasa kembung.

Memperhatikan detak jam

Cara ini bisa kita gunakan untuk mengalihkan fokus. Saat cegukan sedang berhenti, perhatikan arah jarum jam dan detakannya secara seksama. Dengan demikian, tanpa kita sadari fokus tersebut membantu mengendalikan irama nafas dan cegukan yang muncul.

Karena tidak banyak menggunakan medium, ada kemungkinan cara ini membutuhkan repetisi beberapa kali seperti cara sebelumnya. Bila tidak berhasil juga, berikan jeda dan ulangi kembali setelah beberapa saat.

Tahan nafas lalu menelan ludah

ilustrasi menahan napas
Sumber gambar

Teknik berikutnya juga terbilang cukup mudah. Cocok buat kita yang mengalami cegukan, tapi tidak ada air. Sebenarnya diafragma memang berkaitan erat dengan sistem pernapasan kita. Oleh karena itu, cara ini bisa menjadi alternatif. Tarik nafas dengan rileks dan cukup dalam, kemudian langsung menelan ludah.

Bila kita perhatikan, mekanisme ini mirip dengan ketika kita sedang minum air. Saat akan meneguk, sebenarnya nafas kita sempat tertahan, kemudian menelan air. Dengan demikian bisa membantu mengendurkan ketegangan atau kontraksi yang ada pada diafragma.

Menjepit hidung dan menelan

Metode ini sebenarnya bertujuan untuk menahan nafas tapi dengan teknis yang berbeda. Jepit hidung menggunakan telunjuk dan jempol, kemudian mulailah menelan. Cara ini bisa membuat otot diafragma yang kontraksi, menjadi lebih rileks.

Cara ini sangat membantu bila kita mengalami cegukan di waktu atau situasi yang tidak bisa minum. Seperti halnya saat puasa atau di tengah aktivitas formal yang tidak leluasa. Selain tidak perlu minum atau makan, juga tidak membutuhkan gerakan khusus yang menarik perhatian.

Melipat lutut ke depan dada

Cara berikutnya agak sedikit memerlukan ruang atau posisi tertentu. Lakukan gerakan meringkuk dengan melipat kaki sehingga lutut ada di depan dada. Sebaiknya dalam posisi duduk, bukan berbaring. Kemudian tahan posisi ini selama dua menit. Dengan melakukan hal tersebut, kita bisa memberikan relaksasi kepada otot diafragma dan mengatur ritme nafas. Harapannya adalah untuk meredakan cegukan yang muncul.

Cara mengatasi cegukan dengan bernapas di dalam kantong kertas

Bernapas dalam kantong kertas membuat kita menghirup CO2 atau karbondioksida dari nafas sendiri. Meski terdengar berbahaya, hal ini hanya kita lakukan sementara dan bisa membantu melemaskan otot diafragma.

Caranya adalah dengan menggunakan kantong kertas. Jangan kantong plastik, karena dapat menempel dan malah menyesakkan jalan nafas. Dalam kantong tersebut, bernafaslah sekitar setengah menit. Bila belum berhenti, coba lagi setengah menit atau 1 menit.

Memijat arteri di leher

ilustrasi memijat leher
Sumber gambar

Pada bagian leher, terdapat pembuluh darah yang biasanya bisa kita gunakan untuk mengecek nadi. Berbaringlah dan menoleh di satu sisi, kemudian pijat pembuluh darah tersebut. Lakukan pemijatan dengan gerakan memutar perlahan saja, tidak perlu terlalu kuat atau menekan terlalu dalam.

Lakukan teknik ini selama lima detik, kemudian ganti dengan sisi satunya. Cara ini bisa membantu mengirimkan sinyal agar reaksi cegukan berhenti.

Bagaimana bila cegukan tidak berhenti juga

Ketika cegukan tidak hilang dalam waktu lebih dari 24 jam, konsultasikan dengan telemedicine. Namun bila setelah itu tidak juga selesai, sebaiknya bawa ke faskes terdekat. Meski cegukan adalah kondisi yang bisa hilang dengan sendirinya, tetapi bila lebih dari 48 jam, maka memerlukan penanganan khusus atau diperiksakan.

Meski demikian, tidak perlu panik karena cegukan sendiri bukan kondisi yang berbahaya. Bila memang ada kondisi serius, cegukan ini menjadi salah satu gejala saja. Karenanya, periksakan bila memang semua solusi di atas tidak membantu.

BACA JUGA: 5 Obat Cegukan Alami yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Itulah beberapa solusi untuk mengatasi cegukan yang sebenarnya terkesan remeh, tapi bila tidak kunjung hilang bisa membuat kita bingung. Kondisi ini bisa terjadi pada usia balita juga, yang biasanya belum bisa menolong diri mereka sendiri sehingga membutuhkan bantuan orang dewasa. BIla hal tersebut terjadi dalam waktu lama, periksakan si kecil ke faskes terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *