Ingin Lakukan Perjalanan Wisata atau Bisnis? Perhatikan 5 Hal Ini


Walaupun PPKM masih berjalan, kita bisa melihat bahwa banyak masyarakat sudah mulai keluar rumah untuk melakukan perjalanan wisata hingga urusan kerja. Selain karena kejenuhan WFH dan cukup lama di rumah, juga merupakan efek lanjutan dari program vaksinasi.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan terkait mulai banyaknya orang yang bepergian. Yakni, kewaspadaan dan protokol kesehatan yang tetap harus dijaga. Karena salah satu faktor yang sering menyebabkan lonjakan kasus adalah mobilitas yang cukup besar dan intens dari seluruh elemen masyarakat.

Untuk menjaga perjalanan tetap aman bagi kita, bagi yang kita kunjungi dan bagi orang-orang di rumah saat kita pulang, perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Sebisa mungkin lakukan vaksinasi

Kendati program vaksin dari pemerintah sudah berjalan, tapi masih ada hambatan di sana sini. Di antaranya adalah ketersediaan stok, atau keraguan dan penolakan dari sasaran program. Meski saat ini vaksin digadang-gadang menjadi syarat administrasi untuk bepergian, bahkan hanya ke mal, tapi alasan sesungguhnya adalah mencegah munculnya risiko atau gejala yang lebih parah.

Untuk beberapa perjalanan terbatas, saat ini syarat minimal adalah sudah mendapatkan vaksin pertama. Tentunya akan lebih baik bila kita bisa memenuhi hingga dosis kedua. Jika tidak termasuk yang bisa menerima vaksin, maka kita bisa melakukan tes antigen jika mengharuskan kita bepergian ke luar kota.

Sudah vaksin, jangan lepaskan masker

Surgical Mask Wearing In Japan - Reasons To Use Masks And Where To Buy One | MATCHA - JAPAN TRAVEL WEB MAGAZINE
[Sumber Gambar]
Kelemahan kita adalah kerap lengah dan meremehkan protokol kesehatan. Salah satunya dan paling esensial adalah menggunakan masker. Walaupun sudah vaksin dengan yang memiliki efikasi tinggi pun, tidak membuat kita kebal akan virus. Karena saat ini Covid-19 makin banyak ditemukan mutasinya.

Justru, gunakan masker meski sudah mendapatkan perlindungan vaksin. Tetap jaga jarak, durasi dan ventilasi di saat kita harus berada dengan orang lain. Baik itu di dalam kendaraan, atau di tengah banyak orang. Selain menjaga diri, kita juga sedang menjaga orang yang akan kita temui di lokasi maupun saat pulang ke rumah.

Etika batuk dan bersin

Semua pasti tahu bahwa saat ini bersin atau batuk sedikit saja, bisa membuat kita maupun orang lain waspada. Menjalin relasi lewat perjalanan bisnis atau berada di tengah umum saat traveling, perlu saling menjaga dengan etika batuk dan bersin. Tutup hidung saat bersin, atau mulut saat kita batuk. Jika mau, kita bisa membawa permen pelega tenggorokan atau inhaler untuk meredakan sementara kondisi yang berhubungan dengan mukosa.

Tetap menerapkan protokol kesehatan

Cuci tangan, jaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan beragam tindakan yang bisa saling menjaga kesehatan dan keamanan satu sama lain, tetap kita jalankan. Pasti akan ada beberapa orang yang abai, jangan menjadi salah satunya.

Justru dengan tetap menegakkan 5M, kita mencegah efek yang lebih buruk dan berantai. Mungkin kita terpapar tapi gejala tidak berat atau tanpa gejala. Tapi, belum tentu orang di sekitar kita memiliki imunitas yang sama baiknya.

Isolasi diri bila merasa kurang fit

[Sumber Gambar]
Perjalanan sangat memungkinkan gangguan kesehatan pada tubuh kita, karena cuaca, kurang istirahat hingga paparan virus. Bila sebelum perjalanan mengalami ini, sebaiknya tunda keberangkatan. Namun, jika terjadi di perjalanan atau di tengah urusan kita, upayakan untuk tidak bertemu dengan orang lain. Lakukan isoman dan hubungi medis secara online atau mendatangi faskes bila memungkinkan.

BACA JUGA: Nilai CT Pada PCR Covid 19, Apa Artinya?

Saat ini, semua perilaku, tindakan dan urusan kita, apalagi yang sampai harus keluar rumah, akan berdampak pada orang lain, baik itu langsung maupun tidak langsung. Lebih matang dan berpikir panjang dalam merencanakan liburan, perjalanan bisnis atau bahkan sesederhana pergi ke pasar. Bukan karena paranoid, tapi sebagai tindakan preventif karena kita belum keluar dari pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *