6 Cara Menurunkan Darah Tinggi Secara Alami Tanpa Obat


Orang yang mengalami hipertensi seringkali memilih cara menurunkan darah tinggi yang lebih alami. Selain menghindari ketergantungan obat, darah tinggi masih bisa kita kontrol. 

Seseorang termasuk mengalami tekanan darah tinggi apabila tensinya lebih dari 130/80 mmHg. Kondisi ini bisa terpicu karena stres, cemas, pola makan yang tinggi garam dan sebagainya. Meski berawal dari hal yang kecil dan sederhana, bila kita tak segera menangani kondisi hipertensi ini, maka bisa memicu penyakit stroke dan lainnya. 

Berikut ini adalah penjelasan mengenai darah tinggi dan bagaimana cara mengatasinya yang bisa kita coba sendiri di rumah.

Penyebab tekanan darah tinggi 

Ilustrasi tekanan darah tinggi
[Sumber gambar]
Darah tinggi termasuk satu dari sekian silent killer yang menjadi penyebab kematian di Indonesia. Artinya, seringkali kondisi ini tidak seperti penyakit berat, tapi tiba-tiba membuat penderitanya bisa tak sadarkan diri, baik karena stroke atau masalah di pembuluh darah. 

Apalagi dalam dua dekade ke belakang, di mana gaya hidup dan pola makan masyarakat modern semakin menimbulkan ketergantungan. Misalnya gadget yang bikin kurang gerak dan produktif, atau makin banyak street food serta junk food yang tinggi garam dan lemak. 

Hal ini membuat anak-anak muda di usia 20-an sudah bisa terhantui dengan kondisi kolesterol, gula darah dan tekanan darah mereka. 

Perlu adanya kontrol secara teratur melalui general check up, atau memantau tensi secara mandiri di rumah. Utamanya bila kita memiliki kebiasaan hidup seperti di atas atau ada riwayat dari keluarga yang memiliki hipertensi. Selain hipertensi atau tekanan darah tinggi, sangat mungkin juga seseorang mengalami tekanan darah rendah. 

Pengobatan untuk hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi ibarat gerbang awal munculnya penyakit pembuluh darah, stroke dan lain sebagainya. Jika masih dalam tahap perlu hati-hati, kita masih bisa mengatasinya dengan metode yang alami tanpa obat. Sedangkan, bila naiknya tekanan darah cukup sering dan intens, maka orang tersebut biasanya perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu. 

Cara menurunkan darah tinggi dengan meninjau berat badan

Ilustrasi mengukur lingkar perut
[Sumber gambar]
Orang gemuk, ideal, maupun kurus, sama-sama bisa mengalami darah tinggi. Namun, orang yang memiliki berat badan berlebih memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini karena kemungkinan pola makan yang tinggi lemak dan garam.

Apabila kita tergolong obesitas, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menemukan pola diet yang tepat. Pengaturan pola makan ini bisa membantu menjaga kesehatan bukan hanya dari tekanan darah, tapi juga gula darah, asam urat dan bermacam aspek lainnya. 

Pola makan rendah garam, cara menurunkan darah tinggi

Garam dapat memicu tekanan darah tinggi bila kita konsumsi berlebihan. Natrium yang terlalu banyak, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan kadar air dalam tubuh. Sehingga cairan masuk ke dalam sel, lantas membuat saluran pembuluh darah arteri kecil. Kondisi ini mengharuskan jantung memompa lebih kuat dan memicu hipertensi. 

Masyarakat awam cenderung kurang memperhatikan asupan garamnya. Selama makanan tidak keasinan, maka anggapannya aman-aman saja. Sedangkan, hampir seluruh yang kita konsumsi bisa mengandung garam tinggi. 

Misalnya, beberapa produk mie instan yang kadar garamnya sudah hampir setara dengan setengah kebutuhan natrium harian kita. Padahal, kita masih makan beberapa kali dan menjadikan mie ini sebagai selingan. Bila kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama, bisa memupuk risiko hipertensi. 

Bila memungkinkan, pilih untuk masak sendiri sehingga kita bisa mengatur jenis dan takaran garamnya. Atau, pilih menu rendah garam bila memesan makanan secara online. Cara ini bila kita lakukan secara rutin, bisa membantu menurunkan risiko hipertensi. 

Rajin berolahraga untuk bermetabolisme

ilustrasi-olahraga
[Sumber gambar]
Dengan bermetabolisme, artinya tubuh kita bisa mengolah energi yang ada. Termasuk garam, gula, lemak yang tersimpan dalam tubuh. Olahraga bisa meningkatkan metabolisme, karena memacu tubuh bergerak. Tak hanya itu, olahraga bisa merilis dopamine sehingga kita merasa lebih ringan dan riang gembira. 

Pilih olahraga yang sesuai dengan keadaan tubuh dan usahakan untuk bisa berkeringat. Bisa dengan kardio, latihan beban, senam bersama, yoga dan lain sebagainya. 

Cara menurunkan darah tinggi dengan mengelola stres

Bukan hanya makanan yang memicu hipertensi, tapi juga stres. Tekanan masalah, kecemasan atau menahan perasaan atau pikiran terlalu lama, bisa menjadi tumpukan emosi negatif yang membebani pikiran. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada mereka yang mudah gelisah, sering menahan marah, atau kurang menyalurkan pikiran dan perasaan mereka. 

Ada beberapa cara mengelola stres semacam ini. Pertama, belajar untuk lebih asertif atau menyampaikan pikiran kita dengan metode yang benar. Seperti menulis, mengkomunikasikan, berdiskusi, mengekspresikan lewat gambar atau karya lainnya. Kedua, bisa dengan belajar memahami bahwa ada hal yang berada dalam kendali kita dan ada yang di luar kontrol kita. 

Tidak konsumsi alkohol dan rokok

Sudah beragam kasus dan penelitian yang menunjukkan bahwa candu rokok dan alkohol memang kurang baik bagi kesehatan. Untuk perokok saja, salah satu risiko yang mengintai adalah penyakit jantung yang berbarengan dengan stroke. Hal ini sebagai akibat dari zat di dalam rokok yang menumpuk terlalu banyak dalam jangka waktu lama di dalam tubuh. 

Ubah kebiasaan ini dengan cara yang lebih sehat. Semakin dini kita mengubah pola hidup dari rokok dan alkohol, semakin besar peluang untuk meminimalisir risiko kesehatannya. Termasuk hipertensi dan stroke. 

Makanan penetralisir

Mentimun makanan penetralisir
[Sumber gambar]
Kita tahu betapa nikmatnya makanan berlemak seperti sate kambing, gule, makanan dengan keju melimpah atau mie instan. Konsumsi dalam porsi dan jangka waktu yang terkontrol dapat meminimalisir dari risiko tekanan darah tinggi. Imbangi dengan konsumsi makanan yang bisa menetralisir, seperti timun, belimbing, semangka yang tidak terlalu matang dan sejenisnya. 

BACA JUGA: 3 Ciri Sakit Ginjal yang Jarang Diketahui

Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan bila ingin mengontrol dan menurunkan darah tinggi secara alami dan mandiri. Sebaiknya, cara tersebut tetap dalam pengawasan dokter. Apabila kondisi kita sudah lebih serius, sebaiknya konsultasi lebih lanjut untuk mendapatkan resep dan obat yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *