Mengapa Batuk Tak Kunjung Sembuh? Coba 5 Hal Ini
Meski sebenarnya termasuk kondisi yang umum, pasti hati dan pikiran resah bila mengalami batuk tak kunjung sembuh. Konsumsi obat apapun rasanya tidak solutif, sehingga berpikir bahwa ada penyakit dalam yang mungkin sedang bersarang.
Batuk pada dasarnya adalah kondisi yang paling membutuhkan waktu untuk sembuh. Hal tersebut biasanya berasal dari kondisi sistem pernafasan kita. Apabila pemulihan memakan waktu lama, kemungkinan memang ada permasalahan sebelumnya dengan kondisi paru-paru. Meski demikian, dengan perbaikan gaya hidup dan pengobatan, masih banyak peluang untuk bisa kembali sehat.
Sebelum merasa paranoid dengan segala kemungkinan yang belum tentu kebenarannya, ada baiknya kita melakukan beberapa langkah seperti berikut ini.
Batuk tak kunjung sembuh? Coba sempatkan berjemur sinar matahari

Mengatur jam tidur 6-8 jam semalam

Menghindari faktor yang menyebabkan batuk tak kunjung sembuh
Ada kemungkinan batuk yang kita alami berasal dari alergen. Misalnya debu, bulu hewan, asap rokok, hingga polusi yang ada di tempat kita sering beraktivitas (lokasi kerja atau tempat tinggal). Sebisa mungkin kita hindari faktor pencetus tersebut. Menjaga kebersihan rumah dan kamar, memberikan sirkulasi udara dan cahaya yang cukup, bisa menjadi usaha untuk mengurangi penyebab batuk kita.
Mencoba metode pengobatan alami

Latihan menghirup dan buang nafas juga bisa mencegah melemahnya sistem pernafasan kita akibat sering batuk. Karena saat pernafasan melemah, bisa menyebabkan nafas kita lebih pendek. Hirup nafas dalam-dalam selama beberapa detik, tahan beberapa detik dan lepaskan perlahan beberapa detik.
Memeriksakan ke dokter spesialis saat batuk tak kunjung sembuh
Bila obat yang terjual bebas di pasaran, maupun dari dokter umum tidak bisa menjadi solusi, biasanya kita akan mendapat rujukan untuk ke dokter spesialis. Dengan demikian, pemeriksaan dan observasinya lebih menyeluruh dan akurat. Dokter akan menjelaskan kecenderungan, risiko dan cara mengatasinya, termasuk dengan resep obat bila perlu.
Meski akan ada banyak kemungkinan yang lebih serius, namun peluang kesembuhannya masih bisa lebih tinggi bila kita menyegerakan untuk konsultasi dengan dokter. Hindari self diagnose atau mendiagnosa diri sendiri, sehingga langkah pemulihannya ikut keliru.
Seringnya, self diagnose (melalui google atau informasi dari orang yang tidak ahli di bidangnya) juga memberikan asumsi berlebihan dan menyebabkan cemas, sedangkan hasil pemeriksaan dokter sebenarnya malah lebih sederhana. Sekaligus, konsumsilah obat sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri, karena bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif.
BACA JUGA: 9 Obat Batuk Alami dan yang Tersedia di Apotik
Tetap tenang saat mengalami gejala, karena ketenangan adalah separuh obat dan kesembuhan. Semoga lekas pulih dan pelihara kesehatan selagi kita bisa dengan sebaik-baiknya.
