Konsumsi Vitamin dan Suplemen untuk Cegah Covid 19


Sejak Corona datang, sebagian besar di antara kita makin sadar perlunya memelihara kesehatan. Di antaranya dengan mengkonsumsi vitamin yang beragam jenisnya demi cegah covid 19 dan menjaga imunitas. Hal ini tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar.

Saat awal pandemi, seorang tenaga kesehatan Inggris membuat sebuah video yang diunggah ke media sosial. Ia mengatakan bahwa metabolisme manusia merupakan kombinasi yang kompleks. Memeliharanya membutuhkan rangkaian rutinitas yang bukan hanya mengandalkan vitamin dan suplemen mahal saja.

Hal ini sering menjadi pertanyaan bagi kita yang awam dan kerap kali mendapat penawaran suplemen atau broadcast medsos tentang vitamin dan obat yang biasanya untuk pasien Covid-19. Umumnya mengenai vitamin C, vitamin D hingga zinc. Tak hanya tentang vitamin, juga penanganan alternative yang diklaim mampu cegah covid atau menyembuhkan Covid-19.

Ternyata, kita tidak bisa serta merta menelan mentah-mentah informasi tersebut. Apalagi saat ini banyak merk vitamin dengan harga ekonomis hingga tinggi yang membuat bingung harus memilih yang mana. Mari kita kupas beberapa informasi vitamin dan bukti ilmiahnya menurut ahli.

Vitamin D untuk cegah covid 19

Secara teori, vitamin D bermanfaat untuk penanganan ISPA. Ada pula yang mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dalam darah berhubungan dengan adanya penyakit Covid-19. Sementara, berdasarkan hasil uji klinis, vitamin D tidak bermanfaat bagi pengobatan pasien corona yang sedang rawat inap. Jadi belum ada bukti ilmiah yang kuat untuk bisa merekomendasikan vitamin D sebagai cegah covid 19 maupun pengobatan.

Cegah covid 19 dengan Vitamin C

cegah covid 19
Lemon dan jeruk nipis. Sumber gambar: Unsplash

Vitamin C merupakan asupan yang paling sering dalam metode perawatan pasien Covid-19 maupun penunjang imunitas bagi mereka yang ingin cegah covid 19. Apalagi sering beredar info vitamin C memiliki khasiat anti oksidan dan anti peradangan. Namun lagi-lagi mengonsumsi vitamin C tidak bisa untuk semua orang. Apalagi yang memiliki gangguan lambung, dosis 1000 mg yang sesuai perlu dikonsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi.

Zinc untuk cegah covid 19

Beberapa immune booster dan multivitamin saat ini, banyak mengandung zinc. Sebab cukup banyak tim medis yang dalam perjalanan menangani Covid-19 meresepkan ini untuk penyembuhan pasiennya. Sama seperti poin di atas, bahwa konsumsi zat ini perlu mengetahui batas dosis hariannya, kombinasi penggunaannya dengan obat lain dan mereka yang punya kondisi khusus.

Probiotik

Beberapa produk yang mengandung probiotik seperti madu, suplemen dan yang lainnya sepertinya memiliki manfaat yang baik untuk pencernaan. Mengingat beberapa indikasi Covid-19 menyerang dengan gejala mirip tifus atau gangguan lambung. Namun belum ada penelitian yang benar-benar bisa memahami kondisi perubahan mikrobiota di usus akibat Covid-19.

Kesimpulannya, memang belum ada vitamin atau makanan yang benar-benar efektif mengobati atau cegah Covid 19. Tidak ada larangan untuk tetap berusaha sehat dengan vitamin dan suplemen yang ada di pasaran. Yang perlu dicatat, adalah jangan mudah termakan dengan klaim obat, vitamin maupun suplemen yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Sifatnya hanya berupa booster yang masih perlu mengkombinasikan dengan resep serta anjuran dokter.

BACA JUGA: 4 Bahan Alami yang Bisa Digunakan untuk Menunjang Kesembuhan Selama Isolasi Mandiri

Selain vitamin dan suplemen yang dijual di pasaran, cara mencegah penularan covid 19 kita juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tersebut sebagai sumber alami yang minim efek samping. Makanan asli (tanpa banyak pemrosesan) dengan gizi yang baik, juga bisa menjadi asupan yang baik untuk ketahanan imunitas, antigen dan antibodi jika terus konsumsi secara rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *