Penanganan pasien covid 19 dengan terapi plasma konvalesen


Dalam beberapa bulan terakhir, kita mungkin sering mendengar terapi plasma konvalesen untuk membantu pasien Covid-19. Dengan terapi plasma konvalesen tersebut ibarat mencari golongan darah tertentu dan sekilas sering dicari untuk penanganan pasien Covid 19 yang sudah dirujuk ke rumah sakit, yang biasa disebut dengan donor plasma konvalesen.

Faktanya, Inggris pernah menghentikan penelitian plasma konvalesen skala besar, yakni pada >10.000 pasien karena tidak terbukti menekan angka kematian. Nah, jadi plasma konvalesen ini sebenarnya bisa menolong atau tidak ya? Mari kita simak ulasan berikut.

Plasma konvalesen itu apa?

Plasma konvalesen merupakan plasma darah dari penyintas penyakit yang sudah sembuh, di mana pada darahnya terkandung antibody terhadap infeksi tersebut. Untuk plasma konvalesen Covid-19 khususnya, adalah dari pasien yang sembuh dari penyakit Corona. Ada kriteria tertentu untuk mendonorkan plasma konvalesen. Selain sudah sembuh dari Covid-19, juga menyesuaikan dengan golongan darah yang membutuhkan, serta memenuhi usia dan bobot bubuh tertentu.

Efektivitas pada pasien kondisi berat dan kritis

terapi plasma konvalesen

Terapi plasma tidak menunjukkan penurunan angka kematian atau perbaikan kondisi klinis pada pasien dengan kondisi berat dan kritis. Hal ini karena kerusakan paru yang sudah sangat parah. (Simonovich, 2020; Li, 2020; REMAP-CAP Trial). Hal ini juga seperti yang terjadi pada penelitian di Inggris (RECOVERY Trial, Placid Trial).

Lalu mengapa masih sering memberikan terapi plasma konvalesen?

Terapi plasma konvalesen bermanfaat bila melakukan pada fase awal penyakit dengan titer antibodi covid 19 yang tinggi. Misalnya pada orang dengan gejala ringan, diberikan kurang dari 72 jam sejak gejala muncul dan titer antibody di plasma konvalesen tinggi (1:1.000). Dalam kondisi seperti ini baik lansia maupun usia relative muda, masih ada kemungkinan untuk menunjukkan perbaikan kondisi.

Terapi plasma tidak bisa menggantikan vaksin

Meski ada kemungkinan menunjukkan perbaikan kondisi klinis pada pasien dengan kriteria kondisi di atas, bukan berarti menunjukkan kontribusi yang baik juga pada orang sehat. Terapi plasma konvalesen hanya diberikan pada orang sudah terinfeksi Covid-19. Jika diberikan pada orang sehat, tidak akan bisa menggantikan fungsi vaksin. Orang tersebut masih akan punya peluang tertular Covid-19.

BACA JUGA: Fungsi Oximeter dan Kenapa Perlu Berinvestasi Alat Kesehatan Ini di Rumah

Menurut beberapa lembaga kesehatan, terapi plasma konvalesen masih menjadi penelitian lebih lanjut. Yang jelas. Berdasarkan beberapa bukti ilmiah, plasma konvalesen tidak terbukti bermanfaat pada pasien Covid-19 dengan gejala sedang, berat dan kritis. Tapi, bisa bermanfaat untuk mencegah munculnya gejala berat bila diberikan pada fase awal penyakit (<72 jam setelah gejala muncul) dengan titer antigen dan antibodi yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *