Penyebab Hidung Tersumbat dan Cara Menanganinya


Salah satu gangguan di sistem pernapasan yang ringan adalah hidung tersumbat. Namun kondisi ini bila kita biarkan, dapat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari dan bertambah parah.

Hidung tersumbat merupakan kondisi di mana saluran pernafasan di hidung terganggu, baik itu karena terhirup benda asing maupun alergen yang membuat jaringan dalam hidung meradang. Selain itu juga bisa terjadi karena suhu udara tertentu dan infeksi virus seperti flu.

Karena merupakan fenomena yang cukup umum, seringkali kita mengabaikan faktor pencetusnya dan membiarkan gejalanya. Agar tidak menjadi kondisi yang makin serius, berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

Hidung tersumbat karena suhu udara

Jaringan yang ada di sekitar bagian dalam hidung tergolong sensitif pada rangsangan bau dan suhu udara. Umumnya, suhu dingin paling bisa membuat seseorang mengalami buntu pada hidung. Bila terjadi, kemungkinan orang tersebut memiliki alergi pada suhu dingin, sehingga membuat rongga hidung mengalami peradangan ketika suhu udara sangat rendah.

Alergi bulu dan debu

ilustrasi bulu kucing
Sumber gambar

Faktor pemicu lain dari ranah alergi adalah ketika berhadapan dengan bulu halus atau debu. Baik itu bulu hewan, bulu pakaian, serbuk bunga maupun debu kotoran. Sama seperti poin sebelumnya, alergi ini bisa membuat seseorang mengalami hidung tersumbat. Selain itu, gejala lain yang timbul adalah bersin dan hidung berair, karena mekanisme alami hidung untuk mengeluarkan benda asing.

Alergi pada asap rokok

Mereka yang memiliki saluran pernafasan sensitif dan sinus biasanya juga alergi pada asap rokok dan polutan berbentuk asap lainnya. Bila terpapar, selain membuat sinus kambuh, juga bermula dari gejala hidung tersumbat. Hanya saja pada mereka yang memiliki sinus, paparan asap biasa saja bisa menimbulkan pembengkakan di dalam, sedangkan rongga hidung menyempit.

Hidung tersumbat saat mengalami flu

Virus influenza merupakan penyakit pernafasan yang tergolong umum. Ia bisa menjadi ringan atau berat tergantung dari kondisi masing-masing individu. Gejala yang timbul biasanya bersin, hidung berair dan tersumbat. Hidung tersumbat kemungkinan karena adanya peradangan, penumpukan lendir hingga sinus yang menyertai. Flu bisa lekas sembuh dengan makan bergizi, minum vitamin dan istirahat. Sedangkan pada kondisi menengah hingga berat, memerlukan bantuan pengobatan.

Sinusitis

Sinus bisa terjadi karena adanya pembengkakan dan penyempitan sekaligus pada bagian rongga hidung, sehingga jalur nafas terhambat. Sinus dapat terjadi pada alergi maupun flu biasa. Meski bukan penyakit berat, namun cukup mengganggu kenyamanan bernafas dan sebaiknya segera ditangani bila gejala terjadi.

Hidung tersumbat karena Covid-19

Saat pandemi Covid-19, virus Corona membuat banyak orang terserang penyakit infeksi saluran pernafasan ringan hingga berat. Gejalanya bisa sangat mirip dengan flu, hanya saja ada variasi seperti penurunan saturasi oksigen yang menyebabkan sesak nafas atau gangguan pencernaan. Hidung tersumbat dan anosmia menjadi salah satu gejala yang juga menyertai pada masa pandemi ini di tiga gelombang. Baik Covid-19 generasi pertama, delta hingga omicron.

Cara mengatasi hidung tersumbat

ilustrasi merawat hidung tersumbat
Sumber gambar

Hidung tersumbat sendiri adalah salah satu gejala yang bisa kita atasi dengan beberapa teknik sederhana. Baik dengan metode alami, maupun menggunakan obat yang kini tersedia di apotik. Berikut ini cara menangani hidung tersumbat yang dapat kita coba di rumah:

Memberikan stimulus hangat

Kita bisa menggunakan kompres hangat untuk hidung, pipi dan pelipis, sehingga membantu melebarkan pembuluh darah di sekitar area tersebut. Cara ini membantu melegakan pernafasan.

Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman hangat pun dapat membantu melegakan dari dalam. Pada gejala yang lebih ringan, hidung tersumbat bisa lega kembali dengan cara ini. Namun pada kondisi yang lebih berat seperti sinus, mungkin membutuhkan pengobatan tersendiri.

Mandi air hangat dengan mengalirkannya perlahan di pundak dan belakang punggung, bisa menjadi cara untuk melegakan pernafasan. Karena menstimulus peredaran darah yang terhubung di sana.

Menggunakan inhaler

Cara yang mudah dan cepat adalah dengan menggunakan inhaler. Cara ini bila kita lakukan dengan teratur, sifatnya adalah meringankan gejala. Di samping inhaler, kita tetap perlu istirahat cukup, makan teratur dan minum obat bila perlu.

Menghirup aroma eukaliptus atau menthol

Ada beberapa produk dengan kandungan menthol dan eukaliptus yang bukan hanya bisa kita oles, namun juga bisa dilarutkan di air dan kita hirup uapnya. Sama dengan inhaler, tujuannya adalah meringankan gejala.

Pengobatan medis

ilustrasi konsultasi dokter
Sumber gambar

Bila gejala tidak berkurang dengan pengobatan alami, maka perlu menggunakan obat minum sesuai dengan rekomendasi dan pengawasan dokter. Bila belum bisa ke fasilitas kesehatan terdekat, kita bisa menggunakan obat dekongestan atau antihistamin yang tersedia di apotik.

Namun, apabila kondisi tidak pulih dalam 1-2 hari, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih efektif.

Konsumsi herbal

Herbal dari rimpang dan rempah yang ada di Indonesia cukup banyak yang bermanfaat dalam masa pemulihan. Seperti jahe, lemon, kunyit, kayu manis hingga habbatussauda atau jintan hitam. Bahan herbal merupakan anti peradangan alami yang dapat meredakan gejala inflamasi maupun pembengkakan pada saat tubuh mengalami penurunan kondisi. Namun karena merupakan herbal, sifatnya hanya pendukung saja atau bisa memulihkan pada gejala yang sangat ringan.

BACA JUGA: 9 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat yang Mudah Dilakukan

Kenyamanan dan kelegaan saat bernafas adalah nikmat yang luar biasa. Oleh karena itu, senantiasa perlu kita jaga. Tetap lakukan pola hidup sehat, mencegah interaksi dengan alergen dan latih ketahanan tubuh melalui olahraga agar imunitas lebih kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *