8 Obat Diare yang Alami dan Tersedia di Apotik


Sakit perut dan BAB cair melilit memang perlu pertolongan cepat. Obat diare yang tersedia bebas di pasaran tentunya bisa membantu kita mengatasi persoalan tersebut. Dengan catatan, gejalanya masih dalam kategori ringan.

Sakit perut karena diare bisa terjadi karena salah konsumsi makanan, makanan mengandung bakteri atau terlalu intens mengonsumsi makanan dengan rasa yang tajam. Gejala umum yang muncul adalah buang air besar dengan frekuensi yang berkali-kali dalam rentang waktu kurang dari 5 jam.

Feses yang keluar dalam bentuk cair dan bersamaan dengan rasa melilit atau perut yang berbunyi gemerucuk. Pada kondisi ini, kita bisa rawan kehilangan cairan secara bertahap dalam jumlah besar.

Untuk mengatasi kondisi ini, kita bisa melakukan beberapa hal. Di antaranya dengan mengonsumsi beberapa obat diare seperti berikut ini.

Obat diare berupa oralit, bisa bikin sendiri

Oralit sebagai obat diare
[Sumber gambar]
Saat mengalami diare, kita akan kehilangan elektrolit tubuh dengan cepat. Kita bisa menggantinya dengan oralit. Produk obat oralit cukup banyak tersedia di apotik. Tapi, bila tidak sempat membelinya, pertolongan pertama adalah dengan membuat sendiri larutan elektrolit ini menggunakan 200 ml air, ditambah ¼ sdm garam dan gula 1 sdm.

Manfaat dari mengonsumsi oralit ini adalah dapat mencegah dehidrasi dan lemas. Karena dalam kondisi tubuh yang kekurangan cairan, bisa menyebabkan kondisi semacam peradangan. Jadi saat diare terasa menyerang, pastikan kita konsumsi air putih yang cukup serta menyelinginya dengan oralit tersebut.

Konsumsi buah seperti pepaya dan mengunyah perlahan sampai halus

Saat sedang diare, pencernaan kita akan sangat sensitif. Selain obat, kita bisa mencerna makanan yang lebih halus seperti bubur. Atau, kunyah makanan kita setidaknya 32-40 kali. Bukan hanya agar makanan halus, namun agar terbentuk enzim atas proses mekanik dari liur kita, sehingga makanan masuk ke dalam pencernaan dengan lebih baik.

Beberapa jenis makanan yang baik saat diare adalah makanan probiotik atau buah pepaya. Bila produk probiotik seperti madu dan yoghurt agak sensitif, kita bisa mengunyah beberapa potong pepaya. Buah pepaya mengandung enzim papain yang bagus bagi pencernaan. Selain itu juga memberi efek dingin ke dalam perut.

Obat diare attapulgite

Attapulgite - Obat Diare Apotek
[Sumber gambar]
Banyak yang mungkin sudah familiar dengan obat diare jenis ini. Biasanya memiliki warna gelap dan beberapa merek mudah kita dapatkan di apotik maupun minimarket. Cara kerjanya adalah memperlambat gerakan usus besar, sehingga penyerapan cairan jadi lebih besar. Karena itu, dampak baiknya adalah secara berangsur-angsur memadatkan tinja.

Konsumsi obat ini biasanya setelah kita melakukan buang air besar dan sebaiknya juga kita imbangi dengan makanan berserat seperti buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan. Sebab obat dengan kandungan attapulgite dapat menyebabkan sembelit sebagai efek samping. Merek dagang yang menggunakan bahan ini antara lain adalah Entrostop (Kandungan Pektin dan Attapulgite)

Loperamide (imodium)

Untuk beberapa kasus diare yang lebih intense, dokter juga biasanya akan meresepkan obat dengan kandungan loperamide. Dengan cara yang hampir sama, di mana imodium ini memperlambat kinerja usus. Sehingga proses pencernaan bisa menyerap lebih banyak air dan feses yang cair bisa kembali padat. Penggunaannya adalah setiap setelah buang air besar, atau ikuti anjuran dari resep dokter.

Loperamide tersedia dalam bentuk tablet, ada juga yang berupa cairan. Obat ini tersedia di apotik, namun bisa jadi kita memerlukan resep untuk menebusnya karena tergolong obat keras. 

Mengonsumsi obat diare herbal dengan ekstrak daun jambu

Bahan berupa ekstrak daun jambu, secara turun temurun dipercaya sebagai obat herbal untuk masalah pencernaan. Selain dengan membuatnya sendiri, saat ini sudah ada beberapa produk yang memiliki kandungan ekstrak daun jambu di dalamnya. Beberapa merek dagang yang umum seperti Diapet dan Entrostop Anak. 

Obat dengan kandungan Pektin

Ilustrasi sakit diare
[Sumber gambar]
Selain beberapa bahan di atas, ada juga obat yang mengandung Pektin dan Kaolin. Penggunaannya adalah pada kasus diare yang faktor pencetusnya masih belum pasti. Bahan ini dapat membantu menyerap penyebab diare dan membantu memadatkan tinja. Jenis obat ini cukup fungsional bila kita bawa saat sedang perjalanan jauh atau situasi yang kemungkinan tidak bisa langsung mendapatkan pertolongan medis. Beberapa merek dagang yang menggunakan bahan ini adalah Neo Kaominal atau Neo Kaolana. 

Obat dengan kandungan charcoal

Barangkali sudah banyak yang mengenal merek Norit. Obat ini memiliki kandungan charcoal atau karbon aktif dari bahan tumbuhan. Cara kerjanya adalah dengan menyerap racun-racun dan bakteri. Namun kategori obat ini tergolong herbal yang kita tidak perlu resep dokter untuk membelinya. 

Produk probiotik

Ada beberapa produk probiotik tambahan yang bisa kita pakai sebagai pendukung penyembuhan diare. Di antaranya adalah madu dan yoghurt. Madu mengandung enzim yang baik untuk melawan peradangan, bakteri dan memelihara pencernaan. Sedangkan yoghurt dapat menjaga asupan bakteri baik yang melindungi pencernaan kita. Namun, kedua bahan ini meski alami, bisa menjadi alergen bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi madu atau rawan mengalami gangguan pencernaan saat mengonsumsi produk susu dan turunannya. 

Daftar obat yang ada di atas tidak mutlak menjadi solusi dari sakit diare yang kita alami. Apabila dalam 1-2 hari kita tidak mengalami perbaikan, sebaiknya konsultasi atau periksakan ke dokter sehingga mendapat resep obat yang tepat. 

BACA JUGA: Batasi Minum Susu Jika Mengalami 5 Gejala Ini

Untuk memelihara pencernaan dari diare, pastikan kita menjaga kebersihan makanan dan lingkungan makan kita. Kunyah dengan perlahan dan setidaknya 32-40 kali agar makanan tercerna dengan sempurna. Selain itu, imbangi asupan kita dengan serat sayur dan buah untuk menjaga asupan enzim dan gizinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *