Mengenal Ciri Ciri HIV Menginfeksi dan Pencegahannya


Penyakit AIDS merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Penting untuk mengetahui ciri ciri HIV (human immunodeficiency virus) sebagai penyebabnya, ini meskipun kita sebisa mungkin menghindari paparannya. Virus HIV yang terus-terusan menggempur sel CD4 dalam tubuh kita, bisa menyebabkan penyakit AIDS.

Kepanjangan AIDS adalah acquired immunodeficiency syndrome, merupakan stadium akhir akibat infeksi HIV yang berkepanjangan. Sebagaimana virus pada umumnya, penyakit ini memang tergolong menular. Penyebarannya bisa terjadi saat ada interaksi dengan cairan tubuh penderita. Misalnya ASI, darah, sperma atau vagina. Meski demikian, virus HIV tidak menular melalui keringat, air liur, udara, air mata atau bahkan gigitan nyamuk.

Hingga saat ini, HIV/AIDS belum ada obatnya. Penyakit ini juga bisa menetap sepanjang usia orang yang mengidapnya. Tindakan yang bisa kita usahakan adalah perawatan guna memperlambat laju keparahan virus dalam menginfeksi orang tersebut. Lantas, apa saja ya ciri-ciri seseorang terkena HIV?

Ciri ciri HIV akut

Ilustrasi berat menurun karena HIV
[Sumber gambar]
HIV akut adalah masa infeksi awal. Seperti sebagaimana infeksi virus pada umumnya, kondisi ini bisa muncul dengan demam, badan menggigil, nyeri sendi, sakit kepala, dan gangguan seperti sariawan atau sakit perut. Bila kita lihat, gejalanya memang mirip seperti flu.

Kemunculannya biasanya 2-4 minggu setelah infeksi. Namun durasinya bisa terjadi pada beberapa bulan pertama. Ada kemungkinan bahwa kondisi ini bisa hilang dan kambuh. Hal ini karena tingginya kadar virus di dalam darah.

Ketika HIV memasuki masa kronis

Merupakan tahap laten dari infeksi HIV. Fase ini bisa terjadi hingga beberapa bulan bahkan tahun. Kondisi menetapnya virus ini mulai menunjukkan efek perubahan pada tubuh kita. Hal tersebut bisa terasa sebagai gejala spesifik, namun ada juga yang mungkin tidak merasakannya.

Perubahan tersebut antara lain adalah penyusutan berat badan tanpa sebab. Kemudian ada kecenderungan untuk mudah lelah, berkeringat dingin di malam hari, atau bahkan kelenjar getah bening mengalami pembengkakan. Gejala yang mungkin bisa timbul dan bisa tidak adalah mengalami kondisi seperti herpes zoster.

Ciri ciri HIV menjadi AIDS

Kondisi mengalami AIDS adalah ketika pasien mengalami keparahan atau keterlambatan penanganan dari virus HIV yang telah menginfeksi. Pada fase ini, dapat terjadi kerusakan imunitas yang lebih masif. Karenanya, apabila memang mengalami infeksi HIV, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis.

Hal ini karena dapat mencegah keparahan dan beratnya gejala yang dialami. Kondisi imunitas yang rusak, memungkinkan seseorang untuk lebih rentan mengalami paparan virus atau penyakit lainnya. Perubahan kondisi yang mungkin terjadi antara lain adalah berat badan semakin turun, pembengkakan kelenjar getah bening, muncul infeksi jamur pada mulut, tenggorokan atau bahkan alat kelamin.

Adanya kerusakan sistem saraf dan memori, merasa bingung atau sulit menata fokus. Tubuh juga mudah mengalami lebam dan pendarahan, muncul bintik ungu pada permukaan kulit, diare kronis dan keparahan demam yang bisa berlangsung hingga 10 hari.

Mengantisipasi penularan HIV

Ilustrasi infeksi hiv
[Sumber gambar]
Dampak kerusakan dari infeksi virus HIV bukanlah main-main. Imunitas adalah tameng kesehatan yang sangat berharga dan kita butuhkan sepanjang hayat. Tindakan mencegah akan jauh lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah untuk bisa mencegah terjadinya penularan, antara lain:

  • Setia dan jujur pada pasangan, karena HIV paling sering terjadi karena penularan melalui seks bebas.
  • Menjauhi narkoba, karena penggunaan alat suntik secara bergantian bisa memunculkan risiko penularan dan melemahkan imunitas.
  • Lakukan tes HIV secara rutin sebagai screening dini, sekalipun kelihatannya kita jauh dari potensi HIV.
  • Pada pria sebaiknya melakukan khitan.
  • Bila terjadi pada ibu hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
  • Bila merasa ada kemungkinan sudah terpapar, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP). Di mana tindakan ini merupakan penanganan segera untuk mencegah risiko infeksi pada 72 jam pertama atau 3 hari.

BACA JUGA: Mengenal Penyakit Herpes Serta Gejala dan Cara Mengobatinya

Itulah beberapa penjelasan mengenai ciri ciri HIV. Tak hanya kita, penularan ini juga bisa sampai ke keturunan nantinya. Dengan efek kerusakannya yang begitu besar, bahkan bisa sampai seumur hidup, mari kita cegah sebisa mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *