Keluhan Kentut yang Banyak Apakah Pertanda Penyakit Serius?


Kentut yang banyak merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan gas dari dalam tubuh melalui usus. Selain itu, tubuh bisa juga melakukan mekanisme sendawa. Namun pada kondisi tubuh tertentu, kedua hal ini bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan.

Buang angin normal adalah proses fisiologis alami di mana tubuh mengeluarkan gas melalui usus. Proses pembuangan gas ini biasanya tidak berbau menyengat atau bahkan tanpa bau apa-apa dan berlangsung selama beberapa detik. Ini merupakan kondisi alami yang berlangsung secara teratur dan berhubungan dengan proses pencernaan.

Buang angin tidak normal adalah kondisi di mana tubuh mengeluarkan gas berbau menyengat atau sangat amis, serta intensitasnya berlebihan, hingga ada juga yang berkesinambungan dengan feses cair. Ini bisa terjadi karena makanan yang tidak sesuai atau karena makan makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat.

Ini bisa juga berarti bahwa seseorang menderita gangguan pencernaan, seperti sindrom usus irritabel atau penyakit Crohn. Gejala buang angin tidak normal lainnya termasuk rasa sakit di perut, nyeri saat buang angin, dan sensasi kembung.

Kondisi kentut yang banyak seringnya mungkin kita anggap sebagai hal yang biasa. Namun sebenarnya kondisi tersebut mungkin terjadi karena beberapa hal di bawah ini.

Mengapa seseorang mengalami kentut yang banyak?

ilustrasi bau kentut
Sumber gambar

Kentut dapat menandakan adanya kondisi tertentu. Kentut dengan frekuensi berulang memang tidak selalu penyakit. Bisa saja pengaruh suhu udara, makanan yang kita konsumsi, atau minuman dengan bahan tertentu.

Ketika kentut memiliki bau yang menyengat, mengeluarkan cairan berwarna gelap atau darah dan berulang-ulang, ini mungkin menandakan adanya masalah kesehatan. Infeksi usus, peradangan usus, dan kanker usus adalah beberapa penyakit yang dapat terbaca dengan mekanisme buang gas

Mengalami kentut yang berulang-ulang dan berbau busuk juga dapat menandakan adanya masalah pencernaan ringan maupun serius. Ini termasuk gangguan lambung, sindrom iritasi usus, dan penyakit Crohn. Selain itu bisa juga akibat dari pola makan atau pola hidup yang berantakan.

Ketika kentut yang banyak kita biarkan dan tidak mendapat penanganan, kondisi yang mendasarinya dapat memburuk dan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Kemungkinan penyebab kentut yang banyak

Penyebab orang mengalami kentut berulang-ulang dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

Makanan yang Kaya Serat

Makanan yang kaya serat memiliki sifat mengundang kentut. Makanan seperti sayuran, buah-buahan, produk-produk gandum, kacang-kacangan, umbi-umbian dan biji-bijian mengandung banyak serat, yang dapat menyebabkan kentut berulang-ulang.

Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol seperti bir, anggur, dan jenis lainnya dapat menyebabkan kentut karena meningkatkan produksi gas dalam sistem pencernaan.

Makanan Berlemak

ilustrasi makanan berlemak
Sumber gambar

Makanan dengan kandungan lemak yang berlebihan atau bercampur dalam satu menu (mencampur daging sapi dengan lemak ayam atau daging lainnya) dapat menyebabkan kentut berulang-ulang. Makanan seperti daging babi, daging sapi, daging ayam kalkun, dan makanan berlemak lainnya dapat menyebabkan pencernaan menjadi lambat, dan dapat menyebabkan gas.

Konsumsi Makanan Manis

Konsumsi makanan manis kaya gula seperti kue, es krim, dan makanan manis lainnya dapat menyebabkan produksi gas dalam usus besar meningkat, yang dapat menyebabkan frekuensi buang gas yang tidak normal.

Infeksi Usus

Gangguan pada usus dapat menyebabkan perut tidak nyaman karena adanya gejolak pada area yang bermasalah. Pencetus terjadinya gejala ini adalah bakteri atau virus yang dapat menyebabkan gangguan seperti diare, mual, dan buang-buang angin.

Cara mengatasi buang gas berlebihan

ilustrasi minum air hangat
Sumber gambar

Seringnya kondisi ini terjadi karena suhu udara, kondisi badan menurun dan paling sering adalah pola hidup atau pola makan yang kurang baik. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dari sisi tersebut.

Di antaranya, kita bisa melakukan kombinasi beberapa hal di bawah ini:

  1. Kombinasi makanan: Makanan dengan kandungan fiber memang bagus, tetapi dalam kondisi ini akan bisa menyebabkan pencernaan sedikit lebih berat. Variasikan makanan kita dari yang serat dan non serat. Selain itu, kunyah dengan benar agar mudah pencernaan kita mengelolanya.
  2. Minum Air Hangat: Konsumsi air hangat kurang populer di kalangan anak muda. Padahal cara ini bisa membantu menenangkan perut yang mengalami flatulensi atau buang gas berlebih.
  3. Konsumsi Probiotik: Probiotik dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi flatulensi. Pada mereka yang mengalami gangguan pencernaan dan membutuhkan resep dokter, akan mendapat probiotik dengan format dan dosis khusus. Banyak produk probiotik untuk penggunaan umum, seperti kombucha, yoghurt, atau madu.
  4. Konsumsi Makanan Fermentasi: Makanan fermentasi mirip dengan probiotik. Contohnya seperti tempe, tauco, dan kimchi dapat meningkatkan mikroflora usus dan mengurangi rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh flatulensi.
  5. Konsumsi Obat Herbal: Beberapa obat herbal, seperti jahe, jinten, dan kunyit, dapat membantu mengurangi gas dalam perut, menenangkan gejolak di dalamnya, menghangatkan, mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan.
  6. Berolahraga Rutin: Berolahraga secara teratur dapat mmeningkatkan metabolisme sehingga imunitas ikut meningkat.
  7. Hindari Makanan yang Menyebabkan Flatulensi: Makanan seperti kopi, alkohol, kacang-kacangan, makanan asam, pedas, berlemak dan produk susu dapat menyebabkan flatulensi. Sebaiknya hindari makanan tersebut.

Kentut bisa menjadi sumber bau yang tidak menyenangkan, tetapi hal ini normal dan biasa terjadi. Kentut juga bisa menjadi tanda bahwa usus berfungsi dengan baik. Namun, jika kita mengalami kentut berlebihan, bisa berarti bahwa kita telah mengonsumsi makanan yang kurang cocok untuk tubuh, atau mungkin ada masalah kesehatan lainnya.

Sebaiknya selalu menjaga asupan makanan dan gaya hidup kita meski dalam kondisi sehat. Sebab padatnya aktivitas, kondisi psikis dan faktor lainnya seperti cuaca, bisa menjadi tantangan bagi tubuh kita dan menyebabkan gangguan kesehatan.

BACA JUGA: Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Apa Saja?

Salah satu gejala paling dini kerap kali muncul dari sistem pencernaan. Yuk, jaga kesehatan karena menjadi aset utama menjalani berbagai aspek kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *