Jangan Panik, Ini Cara Lakukan Isolasi Mandiri untuk Anak


Saat anak terinfeksi Covid-19 penting bagi para orang tua atau pengasuh untuk dapat menanganinya dengan tenang. termasuk ketika harus menjalani isolasi mandiri. Simak panduan isolasi mandiri (isoman) untuk anak yang dinyatakan positif berikut, agar penanganan pada anak dapat terkendali dan tidak terjadi kepanikan.

Isoman anak yang terinfeksi covid-19 [sumber gambar]
Seperti kita ketahui Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa, namun anak-anak sampai orang tua tidak luput dari infeksi virus ini. Bahkan saat ini kasus Covid-19 pada anak turut melonjak, oleh karena itu wajib diketahui panduan isolasi mandiri untuk anak-anak dan keluarga yang terinfeksi Covid-19.

Kenali gejala

perhatikan gejala covid-19 pada anak [sumber gambar]
Anak pada dasarnya rentan gejala yang mirip dengan penyakit umum atau covid-19, seperti demam, batuk, pilek disertai nyeri pada tenggorokan. Bila kondisi ini terjadi, tetap tenang tapi pantau kondisi yang ada dan boleh mewaspadai kemungkinan Covid-19.

Efek ini akan menimbulkan sakit kepala, kemudian mual hingga muntah dan diare. Setelah itu anak akan merasakan lemas pada tubuh dan sesak nafas. Jika sudah terjadi gejala tersebut wajib segera periksa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Namun bila gejala masih dapat teratasi, lakukan konsultasi dengan dokter melalui telepon, online chat atau home care visit.

Syarat Isolasi Mandiri

Banyak kasus anak dengan positive Covid-19 perlu pengawasan khusus di rumah sakit, tidak di rumah. Sebagai orang tua, kita perlu mendapat arahan dari dokter terkait hal ini.  Ada beberapa syarat yang membolehkan anak untuk menjalani Isoman di rumah yaitu, tidak bergejala/asimtotatik dan hanya muncul gejala ringan.

Kemudian anak dinilai masih aktif dengan mampu makan dan minum. Namun anda juga tetap perlu waspada dalam mengasuh anak pasien positive Covid-19 dengan selalu memantau gejala atau keluhan pada anak dan selalu melakukan pemeriksaan suhu tubuh 2 kali sehari. Terakhir pastikan rumah  memiliki ventilasi yang baik agar tetap menjaga sirkulasi udara di rumah terjaga.

Alat dan obat yang wajib disiapkan di rumah

peralatan yang perlu disiapkan ketika anak isoman [sumber gambar]
Dalam menjalankan isoman pada anak anda perlu mempersiapkan beberapa alat dan obat sebagai penanganan pada anak. Beberapa alat dan obat yang wajib dimiliki saat merawat anak dengan postif Covid-19 seperti:

-Termometer (sebagai pengukur suhu tubuh)

-Oxymeter (mengukur saturasi oksigen dan frekuensi pada nadi)

-Obat demam

-Multivitamin

Beberapa vitamin yang dibutuhkan dan dosis harian pada anak. Untuk vitamin C untuk usia 1-3 tahun maksimal 400 mg/hari, 4-8tahun 600 mg/ hari 9-13 tahun maksimal 1200 mg/hari dan 14-18 tahun maksimal 1800 mg/hari.  Setelah itu zinc dengan dosis 20mg/ hari dan vitamin D3 sebesar Vitamin D3 <3 tahun: 400 U/hari di atas 3 tahun 1000 U/ hari.

Rekomendasi vitamin di atas tidak untuk kita berikan secara mandiri. Karena kebutuhan setiap anak berbeda. Selalu konsultasikan keamanan, kondisi khusus anak dan kebutuhan obat atau vitaminnya dengan dokter, agar hasilnya optimal dan mengurangi potensi efek samping.

Protokol isolasi mandiri

Saat menjalani Isoman di rumah, ada hal yang perlu anda ketahui dan diperhatikan, ini bertujuan mencegah terjadinya infeksi antara anggota keluarga di dalam rumah. Beberapa protocol kesehatan yang dianjurkan adalah tetap di rumah dan tetap memakai masker dengan benar.

Walaupun sedang di rumah usahakan untuk tetap menjaga jarak satu sama lain dengan anggota yang postif Virus Corona. Selalu menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pastikan bahwa anda selalu memeriksa suhu tubuh anak setiap pagi dan sore hari. Lalu tidak lupa pula diikuti melakukan pengecekan pada saturasi oksigen dan frekuensi nadi melalui Oxymeter.

Perhatikan laju napas pada anak anda dan tetap memberikan asupan ASI pada bayi. Tidak lupa pula untuk selalu menerapkan makanan sehat dengan gizi seimbang. Terakhir selalu membersihkan ruangan dengan cairan disinfektan khusus atau menggunakan air sabun.

Setelah menjalani Isoman dan aturan Swab Test

Setelah menjalani Isoman umumnya gejala akan hilang pada hari ke 14, namun tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan Swab ulang setelah itu. Bila tidak bisa melakukan pemeriksaan swab, maka disarankan untuk menambah 3 hari setelah bebas dari gejala. Pada anak dengan gejala berat Covid-19 umumnya masa menular lebih panjang, sehingga dokter yang akan menentukan kapan untuk selesai menjalani isolasi mandiri.

Menangani anak dan lansia yang terpapar Covid-19 memang dapat menimbulkan rasa cemas. Kuncinya adalah jangan khawatir atau panik. Ambil dan atur nafas, sambil menghubungi dokter di berbagai jalur (chat, telepon, home care).

Perhatikan jika gejala masih bisa ditangani secara mandiri, maka kita bisa memberikan perawatan pada umumnya sambil memantau penurunan atau peningkatan kondisi. Lebih baik lagi jika kita melakukan pencegahan dengan sebisa mungkin mengikuti protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas atau interaksi pada kerumunan. Sehat selalu ya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *