Pahami Ciri-ciri Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai


Di musim hujan atau pancaroba yang cenderung lembab, kita perlu mewaspadai ciri demam berdarah dan penyebabnya. Seringnya kita menganggap ini penyakit musiman, padahal merupakan gangguan kesehatan yang berbahaya. 

Faktor pencetusnya bukan hanya karena musim, tapi bisa juga kebersihan lingkungan. Cirinya pun tak sekedar bintik merah, tapi banyak tanda lain yang seringkali kita kecolongan. 

Demam berdarah berasal dari virus yang carriernya adalah nyamuk Aedes Aegypti. Yakni, nyamuk dengan tubuh berwarna hitam dengan totol-totol putih. Nyamuk ini mendapatkan tempat berkembang biak, seperti genangan air atau bak air. Agar bisa lebih cepat dalam menangani penyakit DBD ini, mari kita pelajari gejala dan pencegahannya di sini. 

Ciri demam berdarah di masa inkubasi

Ilustrasi sakit demam berdarah
[Sumber gambar]
Sebagaimana penyakit yang berasal dari virus, demam berdarah juga bermula dari demam yang masa inkubasinya adalah sekitar 4-7 hari setelah gigitan nyamuk. Ciri demam ini bisa mencapai 40°C atau lebih. Bersamaan dengan itu, akan terasa sakit kepala, nyeri otot, adanya rasa mual dan muntah, bengkak pada kelenjar getah bening serta ruam kemerahan yang bisa timbul 2-5 hari sejak demam berlangsung. 

Kondisi ini masih tergolong infeksi yang lebih ringan apabila berlangsung dan selesai dalam 7-10 hari. Serta tidak ada naik turun demam yang grafik suhunya seperti pelana kuda. Meski demikian, perlu penanganan dan pemantauan apabila penderita juga memiliki penyakit bawaan lainnya. 

Ciri demam berdarah yang lebih berat

Ilustrasi sakit demam berdarah berat
[Sumber gambar]
Kondisi demam pada poin sebelumnya bisa menjadi lebih buruk, apabila demam yang terjadi sempat turun, kemudian naik pada hari-hari berikutnya. Awamnya, kita menganggap turunnya demam sebagai tanda kesembuhan, tapi justru pada kondisi seperti ini perlu memantau dengan seksama. 

Saat suhu tubuh menurun ini menjadi fase kritis, karena ada potensi risiko pendarahan yang bisa muncul lewat mimisan, memar, gusi berdarah, atau saat buang air kecil maupun besar. Selain itu dalam kondisi infeksi yang lebih berat ini, penderita bisa mengalami sesak nafas, gelisah dan tubuh sangat lemah. 

Kondisi demam berdarah yang seperti ini sering samar dan mirip dengan gejala tipus. Sebab, penderitanya juga bisa mengalami nyeri perut. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini bila mengetahui bahwa kondisi demam terlalu tinggi di awal, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Waktu yang tepat untuk ke dokter

Penderita demam berdarah sebenarnya bisa melakukan penyembuhan sendiri di rumah. Akan tetapi, karena risiko komplikasi yang mungkin terjadi bisa menimbulkan fatal, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Beberapa indikator bahwa pasien sebaiknya dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat adalah ketika demamnya sudah mencapai 39°C atau lebih. Selain itu, indikator lainnya ialah ketika ada orang lain di sekitar yang mengalami demam berdarah atau kondisi serupa. Semakin cepat mendapat penanganan, semakin kecil pula risiko perburukan kondisi atau komplikasi yang mungkin terjadi. 

Bila belum bisa ke dokter, beberapa pertolongan pertama yang bisa kita lakukan pada orang dengan gejala demam berdarah adalah: 

  • memberikan air putih secara rutin dan bertahap untuk menjaga penderita tetap terhidrasi. 
  • bila perlu, penderita juga sebaiknya mendapatkan oralit karena elektrolit yang menghilang akibat demam dan gangguan pencernaan. 
  • memantau pergerakan temperatur tubuh, sambil berkonsultasi secara online pada puskesmas atau aplikasi dokter. 
  • mengompres untuk membantu membebaskan suhu tubuh yang tinggi
  • bila makan, berikan makanan dengan tekstur lunak atau lembut dan mudah ditelan tanpa banyak mengunyah
  • konsultasi secara online untuk pemberian obat sebagai pertolongan pertama, seperti pereda demam dan nyeri. 
  • memberikan asupan vitamin serta nutrisi yang membantu meningkatkan atau menjaga kadar trombosit. Misalnya kurma, jus jambu, angkak, makanan dengan kandungan zat besi dan vitamin C. 

Cara mencegah penyakit demam berdarah

Ilustrasi jentik nyamuk demam berdarah
[Sumber gambar]
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Tapi apabila sudah terlanjur terpapar demam berdarah, kita bisa melakukan beberapa hal untuk pencegahan agar tak semakin banyak yang terkena demam berdarah. Karena bagaimanapun penyakit ini adalah virus yang pembawanya adalah nyamuk. 

Bila ada kasus demam berdarah, biasanya pemukiman, instansi atau perusahaan akan mengadakan fogging. Sebenarnya cara tersebut hanya sepersekian persen saja membantu pencegahan. Langkah yang bisa memberi dampak lebih besar adalah beberapa hal berikut: 

  • Menghindari adanya genangan air karena menjadi lokasi ideal tumbuhnya jentik nyamuk. Kita juga bisa memelihara ikan yang suka memakan jentik nyamuk. 
  • Menghindari pakaian bekas pakai yang digantung, karena menjadi ‘rumah’ bagi nyamuk. 
  • Rajin melakukan kerja bakti di rumah pribadi maupun lingkungan bersama. 
  • Menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan lembab
  • Meringkas dan menghindari adanya tumpukan barang seperti kardus, kaleng dan botol bekas, barang bekas dan sebagainya. 
  • Gunakan kasa nyamuk bila perlu. Bisa pada jendela, pintu, lubang sirkulasi atau pelindung tidur. 
  • Menggunakan anti nyamuk sebelum beraktivitas di lingkungan yang potensi banyak nyamuk atau sebelum tidur. 

BACA JUGA: 8 Hal Penting Tentang Omicron yang Perlu Anda Ketahui

Kebersihan memang pangkal dari kesehatan. Bahkan bisa menghindari berbagai risiko munculnya sumber penyakit yang memiliki risiko tinggi. Selalu terapkan gaya hidup bersih dan bila penyakit datang, segera lakukan penanganan tepat serta tindakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *