Saat mencoba berbagai makanan di saat liburan memang menyenangkan. Mulai dari makanan bintang lima hingga kaki lima sudah menjadi agenda wajib saat sedang bepegian maupun liburan.
Namun, bagaimana bila terjadi keracunan makanan saat kita sedang mencoba tempat-tempat baru? Tidak perlu khawatir, berikut adalah pertolongan pertama mengatasi keracunan makanan saat sedang wisata kuliner.
Keracunan makanan saat sedang wisata kuliner atau berlibur tentu saja akan mengacaukan agenda yang telah kamu rencanakan. Tentu saja kamu tidak mau hal ini terjadi dan berlama-lama mengalami sakit. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat kamu merasa mengalami keracunan saat mengonsumsi makanan tertentu.
Selalu sediakan penyerap racun

Jika merasa sudah terlanjur keracunan makanan, cobalah meminum penyerap racun tersebut, atau ketika tidak memiliki, cobalah ke apotek terdekat dan beli penyerap racun seperti norit. Fungsi norit sendiri sebagai penyerap racun yang akan dibuang ketika buang air besar. Cukup diminum sekali saat mengalami keracunan dan tidak perlu diminum setiap hari saat berlibur.
Makan bubur polos

Jika merasa terlalu datar dan sulit dikonsumsi, tambahkan potongan daging ayam yang lembut. Ini akan memudahkan proses penyembuhan saat mengalami keracunan.
Minum banyak air putih

Jadi setelah mengonsumsi obat norit usahakan untuk selalu konsumsi air putih yang banyak. Selain mencegah terjadinya dehidrasi, air putih membantu pengeluaran racun dalam tubuh menjadi lebih baik.
Minum air kelapa

Selain air kelapa, banyak juga yang menggunakan susu untuk menetralisir racun. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Beberapa jenis racun makanan dan minuman, seperti sianida, kerang laut, atau ikan buntal, membutuhkan penawar tersendiri. Sehingga bila tidak selesai dengan penawar racun alami, sebaiknya segera menghubungi medis.
Beristirahat

Mendatangi rumah sakit

BACA JUGA: Ingin Lakukan Perjalanan Wisata atau Bisnis? Perhatikan 5 Hal Ini
Kuliner di tempat wisata memang selalu tampak menggiurkan. Namun, memang kita perlu menyadari potensi alergen. Seperti udang, seafood, susu atau kacang-kacangan dan beberapa jenis buah. Coba dalam jumlah sedikit dulu, bila sudah merasa aman, baru kita bisa meneruskan santapan kita.
- Cara Mengatasi Sakit Ulu Hati Tanpa Obat, Begini Tipsnya! - February 16, 2023
- GSI Raih Prestasi Green Lab Certification Sebagai Laboratorium Peduli Lingkungan - February 3, 2023
- Mengenal Ureum dalam Kondisi Normal dan Abnormal - January 31, 2023