Masker Anti Virus Corona dalam Menangkal Virus dari Berbagai Level


Masker anti virus corona menjadi hal yang esensial di masa pandemi. Berkat Covid-19, jutaan manusia di dunia jadi lebih sadar penggunaan masker bisa menyelamatkan kesehatan hingga perekonomian mereka. Ya, masker bukan hanya melindungi, tapi belakangan juga jadi sumber pendapatan meski dari usaha rumahan.

Sebenarnya, ada 3 jenis masker anti virus corona yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan. Bahkan beberapa orang yang sangat aktif di luar, bisa mengkombinasikan penggunaan ketiga jenis masker tersebut sesuai kebutuhan. Kali ini, mari kita bahas variasi masker dan derajat kemampuannya melindungi dari paparan virus.

Masker Kain (50%-70% menahan droplets)

Masker Anti Virus Corona dalam Menangkal Virus dari Berbagai Level
Masker kain. Sumber Gambar: Freepik

Masker kain adalah yang paling mudah didapatkan dan terjangkau. Biasanya terdiri dari 2 lapis kain, atau 3 yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Di awal kemunculannya, memang masih banyak yang memperdebatkan serta meremehkan penggunaan masker kain. Namun, seiring perubahan situasi dan kondisi, produsen masker kain berlomba-lomba membuat desain yang paling efisien dan tetap tangguh melindungi dari virus.

Misalnya dengan menambahkan sela untuk masuknya tisu, membuat talinya lebih nyaman dan sebagainya. Selain itu, masker kain dapat dicuci hingga setidaknya 10 kali sehingga lebih ramah lingkungan. Masker kain cocok untuk penggunaan harian dan di wilayah yang resiko paparannya rendah (bukan keramaian, ada sirkulasi udara, dan sebagainya).

Masker Anti virus Medis (80%-95% menahan droplets)

Masker Anti Virus Corona dalam Menangkal Virus dari Berbagai Level
Masker medis. Sumber Gambar: Freepik

Masker medis sempat begitu langka di awal masa pandemi karena kemampuannya yang memang cukup tinggi untuk menahan droplet dan paparan virus. Masker ini biasanya terdiri dari 3 lapis kain dan relatif nyaman untuk digunakan. Karenanya, lebih banyak dibutuhkan dan digunakan untuk kebutuhan medis seperti operasi, tes swab dan sebagainya.

Meski demikian, penggunaan masker anti virus corona medis belum sepenuhnya bisa menghindarkan dari partikel yang ada di aerosol atau airborne. Tim medis, biasanya memiliki cara tertentu melipat dan menggunakan masker sehingga dapat meminimalisir celah adanya kebocoran udara masuk dari dalam maupun ke luar. Masker medis disarankan hanya 1 kali pakai.

Masker Anti Virus Corona N-95 (95%-100% menahan droplets)

Masker N-95. Sumber Gambar: Shutterstock

Masker N-95 sebelumnya masih agak awam bagi kebanyakan orang. Namun semenjak Corona datang , pamornya ikut mencuat. Masker ini memang sangat cocok digunakan pada area dengan paparan polusi atau infeksius yang tinggi. Dengan kemampuannya ini, masker N-95 memang memiliki fungsi yang sangat efektif.

Selain bisa digunakan beberapa kali, juga memiliki sirkulasi yang lebih nyaman. Perlindungannya relatif lebih tinggi dibanding yang lain, sehingga harganya terbilang agak lebih tinggi dan digunakan pada bidang-bidang khusus seperti tenaga medis yang menghadapi kasus penyakit serius, petugas yang terpapar gas dan sejenisnya.

BACA JUGA: 6 Kesalahan Pakai Masker Ini Bikin Fungsinya Sia-sia

Pada dasarnya, semua masker sudah bisa melindungi kita. Kerap kali yang membuatnya tidak efektif adalah cara pakai masker yang tidak sesuai. Misalnya hanya menutupi mulut, atau seringkali hanya dipasang di dagu. Belum semua orang terbiasa dengan kebiasaan baru ini, tapi selalu ingat bahwa dengan menggunakan masker, kita bisa menyelamatkan nyawa orang-orang di sekitar kita. Selain melakukan protokol covid 19 dengan menggunakan masker, di sarankan juga melakukan pemerikasaan swab antigen secara rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *