Kasus Omicron Jakarta Lewati Puncak, Bagaimana Daerah Lain yang Meningkat?


Sebagai salah satu gerbang kedatangan, ibukota negara saat ini menjadi penyumbang pertama kasus Omicron Jakarta. Meledak dengan cepat, namun kini kabarnya sudah melewati fase puncak. 

Sementara itu, di banyak provinsi lain malah sedang meniti ke atas. Dalam waktu beberapa pekan saja, tercatat kasus harian di angka ratusan hingga ribuan. Meski sudah menjadi prediksi sebelumnya, namun kondisi ini perlu menjadi kewaspadaan dan penerapan PPKM kembali terjadi di beberapa daerah. 

Varian Omicron memang memiliki gejala lebih ringan dari varian Delta, tapi penularannya jauh lebih cepat. Sambil mengenali hal ini, bagaimana Jakarta bisa melewati fase puncaknya?

Kasus Omicron Jakarta muncul karena bepergian 

[Sumber gambar]
Sama seperti manusia, virus saat ini juga ikut ‘bepergian’ dari satu daerah ke daerah lain. Hal ini karena inang mereka, alias warga masyarakat, memang sempat kembali bermobilisasi semenjak gencarnya vaksinasi dan melandainya angka penularan Covid-19 menuju penghujung 2021. 

Klaster penyumbang terbanyak adalah dari mereka yang bepergian di antara akhir dan awal tahun. Ada yang bepergian antar negara atau antar daerah dan provinsi. Meski sudah melakukan tracing, virus Omicron memang memiliki penularan yang jauh lebih cepat. Sehingga dari yang awalnya hanya 2-3 orang, kemudian laporan kasus positif meningkat 100-300 orang dalam sehari di bulan Januari 2022. 

Maraknya Omicron Jakarta karena ‘mirip flu’

Varian Omicron pertama kali muncul di Afrika Selatan. Akan tetapi sejak pengumumannya, sudah ada informasi bahwa gejalanya mirip flu. Kecenderungan fatality rate atau risiko gejala fatal dan kematiannya pun rendah. Hal ini juga memunculkan anggapan di masyarakat awam, bahwa Omicron tidaklah berbahaya.

Namun, di akhir 2021, beberapa negara mulai melaporkan kasus kematian karena Omicron. Bahkan di beberapa negara seperti Australia dan Italia, terjadi lonjakan yang cukup tinggi karena adanya varian baru ini. Sejak saat itu, pemerintah Indonesia juga mewanti-wanti warga masyarakat bahwa varian Omicron bisa berisiko pada lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit bawaan, serta golongan yang belum mendapatkan vaksin, termasuk anak-anak. 

5 Provinsi penyumbang kasus positif tertinggi

[Sumber gambar]
Setelah Jakarta, ternyata ada beberapa provinsi yang melaporkan lonjakan kasus di daerahnya dengan sangat signifikan. Di antaranya adalah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Angka positivity harian bisa mencapai ribuan dalam sehari, berasal dari beberapa daerah. 

Meski naik, angka kesembuhan juga mengikuti tren perkembangan kasus positif tersebut. Hanya saja yang menjadi catatan adalah bahwa, permintaan swab test di fasilitas kesehatan seperti lab dan rumah sakit meningkat tajam. Hal ini juga berbarengan dengan keluhan warga yang mengalami flu bersamaan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini bisa menjadi penanda bahwa Omicron sudah mulai menyebar di sejumlah daerah. 

Menangani Omicron Jakarta, PCR dan tracing berperan penting

Jakarta disebut sudah melewati fase kritis dari gelombang Omicron. Hal ini juga tak lepas dari kesadaran banyak pihak yang menyegerakan untuk melakukan swab PCR bila sudah bergejala. 

Swab PCR memiliki akurasi yang tinggi untuk mendeteksi keberadaan genetik virus dan bisa menyelamatkan kita sendiri serta orang lain sekitar kita. Dengan melakukan PCR, kita mendapatkan kepastian akan kondisi kesehatan dan orang lain yang sempat melakukan kontak erat maupun tidak langsung, dapat segera melakukan tracing atau cek pada diri mereka sendiri.

GSI Lab pada gelombang ini, telah memberikan pelayanan di Jabodetabek dan Bali. Sambil memastikan kondisi kesehatan kita, bisa juga bergabung dalam program Swab and Save, untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan menjangkau fasilitas swab PCR. Selain itu, bisa juga berdonasi secara langsung di sini

Kasus Omicron Jakarta bisa mendapat akses Telemedicine

[Sumber gambar]
Pemerintah menjelaskan, orang yang terpapar Omicron tidak perlu ke rumah sakit sebagaimana yang pernah terjadi di fase varian Delta yang lalu. Bila bergejala ringan, cukup isolasi mandiri di rumah atau pada lokasi isolasi terpadu yang tersedia. 

Selain itu, agar tidak membebani fasilitas kesehatan serta rumah sakit dalam menangani pasien prioritas (memiliki penyakit bawaan atau penanganan khusus penyakit berat dan darurat lainnya), maka tersedia fasilitas Telemedicine. Fasilitas ini terafiliasi dengan sistem Kemenkes, di mana nantinya kita juga bisa mendapatkan voucher untuk keringanan biaya obat dan konsultasi. 

Saat ini, fasilitas Telemedicine sudah bisa terakses untuk warga Jabodetabek. Namun ke depannya akan berlaku di seluruh wilayah Indonesia. 

Gunakan masker dan jauhi kerumunan untuk cegah tertular

Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI

Salah satu cara terbaik yang efektif untuk mencegah Omicron sampai kepada kita adalah dengan menggunakan masker dengan benar dan tidak bepergian atau mendatangi kerumunan bila tidak perlu. Hal ini juga yang mendasari kembali berlakunya pembatasan kegiatan masyarakat seperti sekolah dan bekerja. PTM (Pendidikan Tatap Muka) kini tak lagi 100% dan beberapa perusahaan menerapkan lagi WFH hingga 50% dan 70%. 

Selain itu, sebisa mungkin mengambil kuota vaksin dan melengkapi dosis bila sudah mendapat vaksin pertama. Lebih baik lagi bila kita melengkapinya dengan vaksin booster. Epidemiolog menyebutkan bahwa salah satu kualitas imunitas yang tangguh melawan gelombang ini adalah mereka yang telah melengkapi dosis vaksinnya dan mengambil jenis vaksin yang bagus. 

Saat ini kedua dosis vaksin primer sudah ada boosternya. Sehingga memberikan proteksi yang lengkap dari varian baru virus Corona. 

BACA JUGA: Perjalanan Kasus Omicron di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

Sejumlah daerah di Indonesia saat ini sedang bergulat dengan keberadaan Covid-19 varian Omicron. Jangan lengah karena WHO sendiri telah mengingatkan bahwa varian ini bukan berarti pamungkas dari pandemi yang panjang. Tetap taat protokol kesehatan, lakukan vaksin dan jaga diri sendiri serta orang lain dari terpapar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *