Fungsi Alat Fisioterapi dan Berbagai Jenisnya


Bagi yang pernah cedera, mungkin mengenal fungsi alat fisioterapi, baik sebagian atau cukup banyak. Fisioterapi adalah salah satu metode pemulihan di samping obat, yang dapat membantu pasien untuk melakukan latihan gerak atau fisik.

Fisioterapi sangat bermanfaat dalam meningkatkan harapan hidup atau kesembuhan. Misalnya pada pasien pasca serangan stroke, atlet yang mengalami cedera kronis dan masih banyak lagi. Kita tentu tahu bahwa kemampuan bergerak leluasa adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Dengan kemajuan teknologi kedokteran, fisioterapi ini menjadi salah satu sarana pemulihan yang baik. Mari kita kenali lebih banyak alat dan fungsinya untuk melakukan fisioterapi.

Alat fisioterapi sesuai kebutuhan pasien

ilustrasi alat fisioterapi canggih
Sumber gambar

Fisioterapi merupakan cara pemulihan dengan latihan fisik bagi pasien yang mengalami trauma, cedera, stoke dan banyak lagi. Penggunaan alat-alat ini tentu saja sesuai dengan keluhan masing-masing. Lokasi fisioterapi bisa jadi menyatu dengan fasilitas kesehatan atau berada di lembaga yang terpisah.

Pada umumnya, klinik khusus fisioterapi memiliki berbagai jenis alat latihan fisik. Seperti traksi, ultrasound, stimulasi listrik, kinesio tape atau terapi laser. Akan ada terapis yang mendampingi selama sesi berlangsung. Selain itu, biasanya kita juga bisa mendapat pendampingan seorang anggota keluarga.

Meningkatkan harapan hidup pasien

Cedera, trauma, kecelakaan atau stroke yang membuat seseorang kehilangan kemampuan, memang dapat berdampak pada kondisi mental orang tersebut. Misalnya merasa gagal, sedih, down hingga depresi. Dengan adanya fisioterapi, dapat meningkatkan potensi pemulihan dan harapan hidup.

Sebab fisioterapi pada dasarnya bukan sekedar latihan fisik, tapi juga mendapatkan dukungan moril dari orang terdekat dan terapis yang mendampingi. Serta menemukan kembali kekuatan, motivasi dan kepercayaan diri untuk melanjutkan hidup dengan optimis saat pemulihan.

Macam-macam bidangnya

ilustrasi seseorang sedang fisioterapi
Sumber gambar

Ada beberapa cabang fisioterapi sesuai dengan subjek dan kebutuhannya. Di antaranya adalah fisioterapi anak dan remaja, fisioterapi neurologis, fisioterapi ortopedi, fisioterapi geriatrik atau untuk lansia, fisioterapi kardiovaskuler dan rehabilitasi vastibular.

Fisioterapi anak dan remaja

Pada bidang ini, melayani kebutuhan fisioterapi pada anak dan remaja yang mengalami keterbatasan pada fungsi gerak maupun anggota tubuh yang lain. Salah satunya adalah down syndrome. Selain menjadi pelatih, fisioterapis nantinya juga membantu mendampingi dan memberikan arahan pada orang tua dalam mengasuh anak dengan kondisi khusus tersebut.

Fisioterapi neurologis

FIsioterapi yang dapat membantu pasien terkait permasalahan saraf. Misalnya kelainan alzheimer, parkinson, cedera saraf tulang belakang dan masih banyak lagi. Terapi fisik yang biasanya dilakukan biasanya berhubungan dengan keseimbangan, penglihatan, atau gerak tubuh.

Fisioterapi ortopedi

Terkenal juga sebagai fisioterapi musculoskeletal. Merupakan penanganan pada cedera-cedera seperti salah posisi duduk, fraktur atau patah ulang, cedera karena peningkatan aktivitas. Fokus pemulihan memang banyak terjadi pada tulang, sendi dan otot.

Fisioterapi geriatrik

Memberikan pendampingan cedera atau masalah kesehatan yang perlu fisioterapi pada orang-orang lanjut usia. Hal ini bisa meningkatkan optimisme dan motivasi pada lansia agar kualitas hidup tetap baik meski seiring bertambahnya umur.

Fisioterapi kardiovaskuler

Membantu fisioterapi bagi pasien yang memiliki permasalahan dengan jantung atau pembuluh darah. Prosedurnya dengan mendeteksi detak jantung, ritme dan kekuatan nafas, mengamati proses berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dan sebagainya.

Rehabilitasi vastibular

Jenis terapi fisik yang mengembalikan fungsi vastibular atau keseimbangan tubuh. Selain itu juga melatih koordinasi dan kendali atas gerakan tubuh.

Terapi fisik ini juga sebenarnya bukan hanya untuk yang sakit seperti di atas, namun juga bisa pada mereka yang ingin memperbaiki kualitas kesehatan tubuh. Seperti memperbaiki postur, memperpanjang atau meluaskan daya jangkau dan lain sebagainya.

Penjelasan fungsi alat fisioterapi

 

ilustrasi fungsi alat fisioterapi
Sumber gambar

 

Sempat kita singgung di awal mengenali alat fisioterapi. Tentu ada baiknya kita mengenal beberapa fungsi agar bisa mempersiapkan diri bila perlu melakukan sesi menggunakan alat tersebut. Biasanya fisioterapis juga akan menjelaskan dan membimbing sebelum sesi berlangsung.

Ultrasound atau USG

Meski seringnya digunakan untuk memeriksa kehamilan, dalam fisioterapi ultrasound ini berfungsi untuk memancarkan gelombang suara. Misalnya pada penanganan otot dan musculoskeletal yang menyebabkan terkilir, tendonitis atau cedera olahraga lainnya.

TENS dan simulasi listrik

Alat yang dapat memberikan terapi listrik dengan daya aman untuk tubuh manusia. Fungsinya dapat memberikan rangsangan pada kondisi yang bermasalah, seperti kontraksi otot atau saraf.

Traksi

Meja traksi merupakan tempat pasien berbaring. Alat ini dapat membantu pasien yang mengalami permasalahan pada saraf, lumbar, tulang dan sejenisnya. Prosedurnya hanya bisa dengan terapis, sebab pasien dengan kondisi yang membutuhkan bantuan traksi, tidak boleh sembarang bergerak.

Kompres panas

Alat kompres panas di lokasi fisioterapi berada di hydrocollator. Kandungan di dalamnya berisi air panas, tanah liat, silika dan campuran pasir. Dengan balutan handuk agar lebih aman penggunaannya. Merupakan alat yang bisa menjadi pertolongan pertama pada cedera, meregangkan otot dan meredakan nyeri. Hanya bisa dengan penggunaan oleh terapis, sebab ada risiko terbakar bila tidak sesuai prosedur.

Terapi laser maupun sinar

Metode terapi dengan menggunakan tongkat laser. Cara ini bisa menghantarkan sinar yang tidak menyakitkan. Sebaliknya, bisa membantu mengurangi rasa sakit kronis, luka dan peradangan. Prosesnya juga tidak lama, hanya sekitar 2-3 menit.

Kinesio tape

Bentuknya seperti isolasi plester. Fungsinya membantu pasien dalam menstimulasi otot, meredakan memar atau bengkak, serta mengurangi keluhan nyeri. Karakternya sangat fleksibel sehingga bisa menyesuaikan saat terapi.

BACA JUGA: Apa Itu Fisioterapi? Kenali Manfaatnya di Sini

Itulah serba serbi mengenai alat fisioterapi. Semoga bisa menjadi gambaran bila ingin menemukan metode pemulihan yang tepat untuk permasalahan gerak, cedera atau pasca sakit yang dialami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *