Berjemur Tak Perlu Berlebihan untuk Hindari Sunburn dan Dampak Berikut
Di masa pandemi seperti saat ini berjemur di bawah sinar matahari menjadi kegiatan rutin untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, sekaligus meningkatkan ketahan tubuh dari paparan virus Corona. Namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat ingin berjemur di bawah sinar matahari agar mendapat manfaat, bukan mendapatkan efek buruk yang merugikan tubuh.

Kulit kemerahan

Pada tingkat pertama, sunburn bisa dilihat dengan jelas adanya kemerahan terutama pada orang yang memiliki kulit berwarna terang. Pada tingkat kedua, warna merah pada kulit akan tampak lebih jelas dan dalam.
Melepuh pada kulit
Lepuhan akibat sunburn juga sering terhadi setelah paparan yang parah pada kulit. Hal ini dapat terasa amat menyakitkan. Lepuhan akibat sunburn akibat terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang terlalu panjang. Rasa sakit yang ditimbulkan bisa berkisar dan reda setelah 48 jam. Dalam situasi tertentu, terkadang bisa lebih. Setelah sembuh, bekas tersebut bisa saja meninggalkan bekas pada kulit yang warnanya lebih gelap hingga 6-12 bulan.

Pengelupasan kulit

Beberapa cara untuk mengatasi hal ini, seperti mandi menggunakan air dingin dan minum aspirin atau ibuprofen untuk meredakan nyeri. Selain itu kita juga dapat melembabkan kulit yang mengelupas tersebut dengan produk berbahan lidah buaya atau kedelai. Jangan gunakan krim berbahan petroleum atau minyak karena dapat membuat kondisi kulit memburuk.
Ada bercak putih pada area kulit terbakar

Rasa sakit pada kepala, mual, kelelahan hingga demam
Saat mengalami sunburn bisa juga menyebabkan sakit kepala hingga demam. Ini terjadi disebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Bisa juga karena kepala terpapar cahaya matahari yang begitu panas sehingga ada heat stroke.
Meningkatkan asupan cairan dapa membantu meredakan hal ini. Istirahat sejenak di ruangan yang sejuk juga dapat mengatasi hal ini. Ketika cukup parah sunburn juga dapat memberikan efek, seperti muntah, mual, menggigil, pusing, hingga lepuhan parah. Ketika ini terjadi, maka sebaiknya segera mencari pertolongan medis
Muncul gejala mirip heatstroke atau heat exhaustion
Efek sunburn yang parah juga bisa memunculkan gejala serupa heat stroke maupun heat exhaustion. Gejala yang muncul, seperti peningkatan suhu tubuh, demam dan menggigil, kejang, keram otot, bicara cadel, sampai dehidrasi parah.
Jadi walau saat ini berjemur sangat bermanfaat, perlu sedikit mewaspadai efek sunburn ini terutama jika terlalu lama terpapar sinar matahari, antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Meski kulit gelap dan pigmennya kuat, hal ini tetap perlu menjadi perhatian. Sedangkan bagi yang berkulit terang atau memiliki mata biru dan freckless, wajib membatasi durasinya. Jangan lupa SPF untuk perlindungan dari efek buruk sinar matahasi.
