Kenali Sinyal Tubuhmu: Kapan Tes Hepatitis Beneran Diperlukan?

Hepatitis sering dijuluki sebagai silent disease karena merupakan penyakit yang diam-diam progresif tanpa gejala yang jelas. Sehingga, banyak orang merasa sehat, tetap beraktivitas seperti biasa, dan tidak mengalami keluhan apa pun. Ketika dicek, ternyata fungsi hati sudah terganggu atau bahkan telah terjadi kerusakan hati kronis.

Banyak orang dengan Hepatitis B maupun Hepatitis C tidak menyadari dirinya terinfeksi karena gejalanya sering tidak muncul pada tahap awal. Bahkan sebagian besar infeksi dapat berlangsung tanpa keluhan selama bertahun-tahun.

Hepatitis B dan Hepatitis C merupakan penyebab utama sirosis hati dan kanker hati di dunia. Karena banyak kasus tidak terdiagnosis, strategi pencegahan global menekankan pentingnya skrining, testing, serta deteksi dini.

Apa Itu Hepatitis?

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit autoimun, obat-obatan tertentu, maupun paparan zat beracun. Namun, penyebab yang paling banyak ditemukan secara global adalah virus hepatitis. Jenis hepatitis yang paling umum adalah: Hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitis C.

Ketiganya menyerang hati tetapi memiliki cara penularan, perjalanan penyakit, dan risiko komplikasi berbeda. Hepatitis B dan C secara khusus perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang menjadi penyakit kronis yang meningkatkan risiko sirosis dan kanker hati.

Baca juga:Kenapa Terjadi Sakit Perut Sebelah Kanan? Ini Penjelasannya

Pentingnya Tes Hepatitis

Banyak penyakit hati berkembang secara perlahan. Seseorang dapat hidup selama bertahun-tahun tanpa mengetahui dirinya terinfeksi Hepatitis B atau C. Padahal, risiko kanker hati kian bertambah dan berpotensi menularkan kepada orang lain. Pemeriksaan laboratorium merupakan cara tepat dan mudah untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi hepatitis virus.

Baca juga:Pentingnya Cek Fungsi Hati bila Doyan Makanan Berlemak

Kapan Harus Tes Hepatitis?

1. Saat Memiliki Faktor Risiko Penularan

Tes hepatitis sangat dianjurkan bagi individu yang pernah mengalami paparan yang berisiko. Misalnya pernah menerima transfusi darah pada masa lalu, pernah menggunakan jarum suntik bersama, atau pernah menjalani prosedur medis dengan sterilisasi yang diragukan.

2. Saat Merencanakan Kehamilan atau Sedang Hamil

Pemeriksaan Hepatitis B pada ibu hamil memiliki peran yang sangat penting. Virus Hepatitis B dapat ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan apabila tidak dilakukan upaya pencegahan yang tepat. Hal ini yang disebut vertical transmission atau mother-to-child transmission (MTCT).

Secara khusus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan bahwa ibu hamil melakukan pemeriksaan Hepatitis B untuk menurunkan transmisi vertikal dengan cara:

  1. Persiapan kelahiran (persalinan).
  2. Pemberian dua suntikan Hepatitis B untuk bayi baru lahir, yaitu vaksin Hepatitis B dan HBIg.
  3. Monitoring / pemantauan status Hepatitis B bayi, termasuk pemberian booster.

3. Saat Hasil Tes Fungsi Hati Tidak Normal

Kadang hepatitis tidak ditemukan karena gejala, melainkan melalui pemeriksaan laboratorium rutin (contohnya peningkatan kadar SGOT atau SGPT). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan gangguan fungsi hati, dokter dapat merekomendasikan tes hepatitis untuk mengetahui penyebab pastinya.

4. Saat Mengalami Gejala yang Mengarah ke Hepatitis

Meskipun sering tanpa gejala, hepatitis dapat menimbulkan beberapa tanda khas. Gejalanya meliputi:

  • Mudah lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri perut kanan atas
  • Demam
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit dan mata menguning

Kesimpulan

Hepatitis sering berkembang tanpa gejala sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya terinfeksi. Tes hepatitis penting dilakukan bagi individu yang memiliki faktor risiko, hasil fungsi hati abnormal, gejala yang mengarah ke hepatitis, sedang hamil, atau ingin melakukan deteksi dini.

Pemeriksaan seperti HBsAg, Anti-HCV, serta tes fungsi hati dapat membantu menemukan infeksi lebih awal. Dengan pemeriksaan laboratorium yang tepat, risiko sirosis, gagal hati, dan kanker hati dapat ditekan melalui penanganan yang lebih cepat.

⚠️ Disclaimer Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top