Mengenal Fungsi Paru Paru agar Lebih Menjaga Kesehatannya


Napas adalah bagian hidup sehari hari yang sering membuat kita remeh terhadap fungsi paru paru. Padahal, kalau sedikit saja nikmat bernapas itu terhalang, misalnya karena alergi, kita akan sangat rindu bisa menghirup udara dengan normal. 

Paru-paru adalah organ berharga sebagaimana semua bagian tubuh kita. Terkadang, kita lebih perhatian dengan wajah, bentuk tubuh dan penampilan luar, tapi malah lupa untuk menjaga kesehatan organ dalam. Pada masa pandemi Covid-19, kita jauh lebih mawas diri akan kesehatan demi menjaga diri dari infeksinya. 

Sebab, kita tahu bahwa infeksi Covid-19 berpotensi membuat paru-paru kita tidak sama lagi. Menjadi lebih mudah lelah, masih sering batuk dan sebagainya. Tapi, masih banyak hal baik yang kita bisa lakukan untuk memelihara kesehatan segenap jiwa raga kita dengan apapun kondisinya. 

Fungsi paru paru yang utama

Ilustrasi paru paru untuk pertukaran oksigen
[Sumber gambar]
Seperti yang sudah kita pelajari sejak di bangku sekolah, paru-paru menjadi tempat bertukarnya udara. Yakni oksigen dan karbondioksida. Udara yang kita hirup adalah kebutuhan alami yang paling sesuai dengan tubuh. Namun, ada banyak radikal bebas dan polutan yang sengaja maupun tidak sengaja terpapar pada kita. 

Di antaranya adalah asap kendaraan, polusi udara secara umum, udara yang tercemar zat kimia, asap rokok atau berada di dalam ruang ber-AC dengan kondisi yang kurang bersih. Dari sinilah sering menjadi awal munculnya penyakit. 

Posisinya yang melindungi organ jantung

Paru-paru memiliki ukuran yang sangat besar daripada organ lain. Terdiri dari dua bagian dengan beberapa lobus di kanan dan kiri yang beratnya memiliki selisih. Volume besar tersebut yang menjadi naungan organ lain, seperti jantung. 

Jantung berdekatan dengan paru kiri. Tidak banyak yang menyadari fungsi ini. Namun, kita bisa mengamati apabila memiliki gangguan kondisi pada salah satunya. Ada kalanya gangguan paru bisa terasa seperti nyeri dekat jantung atau sebaliknya. 

Fungsi paru paru dalam menyeimbangkan level pH

pH atau keasaman di sini adalah kondisi tubuh kita. Ada kalanya tubuh terdapat nilai karbon dioksida yang cukup banyak, hal ini membuat tubuh kita memiliki level pH yang tinggi. Paru-paru yang secara otomatis dapat meningkatkan ritme bernapas kita, agar terjadi proses pengeluaran CO2 dengan segera. 

Apa yang terjadi bila level keasaman tubuh kita terlalu tinggi? Tentunya akan ada gangguan pada kesehatan. Misalnya merasa lelah atau mengantuk yang intens, gangguan kekuatan tulang dan gigi, hingga problema yang serius seperti sakit kuning, sesak napas dan insomnia. 

Tempat penampungan darah dan penyaringan

Ilustrasi bagian paru paru
[Sumber gambar]
Paru-paru juga memiliki peran sebagai tempat penampungan darah dalam jumlah tertentu. Biasanya fungsi ini berlaku ketika kita sedang melakukan aktivitas dengan level yang agak berat. Contohnya ketika sedang olahraga atau mengangkat beban barang. 

Selain itu, darah-darah kecil beserta gelembung udara ini akan tersaring agar tidak menyebabkan emboli paru. Emboli ialah kondisi di mana adanya penyumbatan aliran darah dari jantung ke paru-paru. Dampaknya bisa membuat tubuh kekurangan suplai oksigen hingga kerusakan pada paru-paru. 

Terjadinya emboli paru ini biasanya pada mereka yang memiliki faktor risiko. Seperti, memiliki riwayat masalah penggumpalan darah, lansia di atas 60 tahun, obesitas, ibu hamil atau menjalani persalinan, perokok, sedang bed rest atau sangat kurang bergerak dalam waktu cukup panjang, konsumsi obat-obatan berbasis hormon. 

Pencegahan terhadap infeksi

Fungsi paru paru di antaranya juga bisa menghasilkan zat dengan kemampuan mencegah terjadinya infeksi. Zat tersebut bernama imunoglobulin A. Dari namanya, kita tahu bahwa zat ini juga menjadi bagian dari kekebalan tubuh yang kita miliki. Selain menjaga anggota tubuh lainnya, tentu saja imunoglobulin ini dapat menjaga paru-paru itu sendiri. 

Membantu mekanisme batuk atau fungsi mukosiliar lain

Sebagai sistem pernapasan, paru-paru membantu menunjang mekanisme tubuh dalam fungsi mukosiliar. Yakni ketika ada partikel kecil yang asing seperti debu ataupun bakteri, akan tertangkap oleh mukus dan silia di jalur pernapasan. Partikel asing ini nantinya akan keluar dengan cara batuk atau menuju sistem pencernaan untuk dihancurkan. 

Selain itu, paru-paru juga menjalankan fungsi dasarnya untuk berekskresi. Yakni dengan mengeluarkan karbon dioksida dan uap air saat kita melakukan respirasi. 

Cara memelihara fungsi paru paru

Ilustrasi tidur untuk kesahatan paru paru
[Sumber gambar]
Bernapas dengan lega itu sangat nikmat. Namun, seringkali baru kita sadari kalau sudah sakit. Memahami hal ini, tentu kita tidak ingin itu terjadi bukan? 

Ada beberapa cara sangat sederhana, tapi besar dampaknya bagi kesehatan paru-paru kita. Bila ingin punya paru-paru sehat hingga tua nanti, lakukan hal-hal ini mulai dari sekarang. 

  • Tidur cukup dan tepat waktu. Penuhi kebutuhan tidur 6-8 jam, sangat membantu paru-paru dan organ lainnya melakukan revitalisasi di malam hari atau saat kita istirahat. Minimalisir kebiasaan begadang. 
  • Tinggalkan rokok. Tanpa menghisapnya, paru-paru kita sudah memiliki tantangan tersendiri. Yaitu polusi udara dan radikal bebas lainnya yang kita anggap biasa. Rokok dapat menyebabkan permasalahan dalam jangka panjang. Tentu saja, yang menjadi sasaran utama adalah organ pernapasan dan jantung. 
  • Mencukupkan gerak serta olahraga dalam sepekan. Setidaknya, kita memiliki 150 menit per minggu untuk benar-benar berolahraga. Meski hanya jalan kaki 30 menit sehari, bisa membantu kelancaran sirkulasi dan metabolisme dalam tubuh. 
  • Cuci tangan dan bila perlu gunakan masker. Di masa pandemi, kebiasaan ini bila kita lakukan dengan benar, nyatanya sangat bisa mencegah paparan penyakit dan virus. Ya, permasalahan paru bukan hanya rokok atau asap, tapi bisa juga dari virus yang menular, meski hanya seperti flu biasa maupun alergi.
    Mencuci tangan mencegah virus serta bakteri tertransfer ke hidung, mulut dan wajah. Sedangkan masker, membantu mencegah paparan yang tak kasat mata, terutama virus dari lingkungan sekitar kita.
  • Bila tidak berhalangan, cukupkan mendapat asupan sinar matahari. Karena dapat membantu kita mendapatkan vitamin D yang menunjang penyembuhan, mencegah peradangan dan meningkatkan ketahanan tubuh. 

BACA JUGA: 5 Ciri ciri Asam Lambung Naik ke Paru Paru, Apakah Bisa Sembuh?

Jaga semua aset organ tubuh kita. Selain karena penuaan, organ tubuh seperti paru-paru juga bisa rusak karena kebiasaan kita sendiri. Apalagi setelah melalui pandemi, semoga membuat kita semakin mawas diri terhadap pentingnya memprioritaskan kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, semua aktivitas dan tujuan bisa kita lakukan secara lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *