Asam Lambung Naik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Salah satu masalah yang banyak jadi problematika warga modern dewasa ini adalah penyakit asam lambung. Mulai dari usia remaja hingga dewasa, rentan mengalaminya. 

Walau menyerang organ pencernaan, ada banyak faktor internal dan eksternal yang bisa mempengaruhi kambuhnya gangguan asam lambung ini. Mulai dari pola makan, apa yang kita makan, sampai pola pikir dan stres. 

Nah untuk mencegah atau mengenali kondisi ini bila kita memilikinya, mari simak penjelasan di bawah ini. 

Asam lambung bukan penyakit

Sebenarnya asam lambung sendiri adalah berkah dalam tubuh kita. Ia merupakan cairan asam yang fungsinya adalah memberantas mikro organisme dari apa yang kita telan. Selain itu, juga mengaktifkan enzim pencernaan. 

Hanya saja, karena kebiasaan, kita sering menyebut, “Asam lambung kumat.” Yang terjadi sebenarnya adalah gangguan refluks pada lambung. Dalam skala ringan, sebenarnya ini merupakan hal yang umum terjadi. Tapi, jadi sangat mengganggu dan termasuk kondisi serius ketika mulai bergejala seperti sesak nafas, sakit tenggorokan hingga heartburn. 

Ciri-ciri gangguan asam lambung 

[Sumber gambar]
Seringnya, kita menyebut gangguan asam lambung dengan maag, tukak lambung, hingga GERD (gastroesophageal reflux disease). Penyakit-penyakit tersebut memang berkesinambungan, tapi merupakan hal yang berbeda. 

Apabila kita memiliki kecenderungan maag, ada kemungkinan untuk berkembang menjadi GERD bila gangguannya meningkat. Ada beberapa ciri yang membedakan gangguan maag dan gangguan asam lambung GERD. 

Ciri-ciri gangguan maag

Maag merupakan gangguan pada pencernaan. Biasanya perut terasa sebah atau penuh sehingga kurang nyaman. Kondisi ini membuat penderitanya jadi makan lebih sedikit atau enggan sama sekali. 

Timbul rasa mual. Dalam beberapa kasus juga bisa menyebabkan muntah. 

Ada rasa nyeri atau melilit yang posisinya di ulu hati. Ciri satu ini merupakan tanda yang paling khas dari maag. 

Setelah makan, kita bisa merasakan perut tidak nyaman. Selain itu, bisa juga terjadi kembung, sendawa, dan buang angin. 

Ciri-ciri GERD

Pada penyakit GERD, gejala yang paling khas adalah heartburn, yakni rasa terbakar di kerongkongan. Kondisi ini karena adanya refluks asam lambung. 

Heartburn bisa terjadi pada malam hari setelah makan. Bisa juga muncul karena posisi tidur tertentu. 

Nyeri dada dan nafas lebih berat/tersengal. Kondisinya agak serupa dengan sesak nafas. 

Kesulitan menelan, seperti terasa ada yang mengganjal. Hal ini bisa berlanjut menjadi sakit tenggorokan dan batuk, Pada beberapa kondisi, ada potensi suara berubah karena laringitis (pembengkakan pita suara).

Selain gejala asma, GERD juga bisa membuat kita merasakan gejala seperti penyakit jantung. Dalam fase ini, sebaiknya segerakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat tindakan medis. 

GERD bisa terjadi pada semua orang seperti gejala biasa. Tapi dalam beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan risiko yang lebih tinggi hingga menyebabkan kematian. 

Penyebab gangguan asam lambung 

[Sumber gambar]
Pencernaan kita seperti otak kedua, ada sistem saraf mandiri untuk bisa mengatur agar semua mekanismenya berjalan baik. Mulai dari gerakan peristaltiknya, penyerapannya, kelenjar enzim dan lain sebagainya. 

Walau begitu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya malfungsi atas organ pencernaan. Pada maag misalnya, terjadi iritasi pada dinding lambung. Penyebabnya adalah asam lambung yang sedang naik atau tukak. 

Sedangkan pada GERD, terjadi pelemahan cincin esofagus. Kondisi ini membuat ‘pintu’ tersebut tidak bisa menahan cairan lambung dan makanan yang kita cerna, sehingga bisa naik ke kerongkongan. 

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi asam lambung secara eksternal. Berikut ini di antaranya: 

  • Stres, meski tidak berhubungan langsung, tapi kondisi pikiran berpengaruh pada apa yang kita konsumsi, bagaimana mengonsumsinya, serta berpengaruh pada pergerakan asam lambung. 
  • Makan tidak teratur. Dalam hal ini bukan hanya berapa kali dan timing kita makan. Tapi juga bisa karena konsistensi porsi. Makanlah sesuai jadwal dengan porsi yang wajar. 
  • Terlalu asam, berminyak atau pedas. Tidak semua orang memiliki pencernaan yang kuat kendati ia bisa makan asam atau pedas yang ekstrim. Padahal bila kita turuti, bisa memicu gangguan pada lambung. 
  • Kurang asupan serat dari buah dan sayur. Bahan pangan ini menunjang pencernaan dan memberikan enzim yang pencernaan butuhkan. 
  • Kebiasaan begadang, merokok, dan minum alkohol. 

Cara mencegah gangguan maag dan GERD

[Sumber gambar]
Rata-rata seseorang usia remaja hingga dewasa sudah pernah mengalami gangguan lambung, atau bahkan harus hidup bersamaan dengan penyakit ini. Hal tersebut termasuk wajar, selama kita juga menghindari faktor pemicunya. 

Beberapa ini adalah kebiasaan yang perlu kita pelihara untuk bisa mengurangi risiko penyakit lambung tersebut. 

  1. Mengalihkan stres. Di antaranya bisa dengan melakukan hobi, relaksasi dan quality time, istirahat cukup atau meditasi. 
  2. Menjaga asupan makanan. Mengimbangi makanan yang kita sukai namun bersifat junk food, fast food atau meat base, dengan makanan yang kaya serat seperti buah, sayur, serta bahan pangan lain. Seperti kacang-kacangan dan cukup air putih. Kondisi ini bisa menjaga kondisi pencernaan lebih seimbang, karena kandungan enzim, vitamin dan mineral di dalamnya. 
  3. Hindari makanan terlalu asam, pedas, atau dengan bumbu gula dan garam tinggi. 
  4. Hindari rokok dan alkohol, karena juga mempengaruhi fungsi organ lainnya. 
  5. Cukup tidur dan tidak begadang. Selain itu, ada beberapa posisi tidur yang sebaiknya kita sesuaikan bila sedang merasakan gejala penyakit di atas. 
  6. Memperbaiki pola hidup dan menerapkan olahraga agar metabolisme tubuh tetap terjaga. 

BACA JUGA: 7 Hal Pemicu Terjadinya GERD, Rasa Panas Kerongkongan yang Menyiksa

Pada dasarnya, kita memiliki organ tubuh dan fungsinya yang sangat canggih. Tubuh juga memiliki kemampuan untuk recovery atau penyembuhan. Akan tetapi, hal tersebut juga perlu ditunjang dengan kebiasaan kita sebagai empunya tubuh untuk lebih sadar menjaga kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *