Minuman Boba, Tampak Biasa tapi Risikonya Mirip dengan Soda
Beberapa tahun terakhir tren minuman manis berkembang pesat di tanah air. Salah satunya boba atau bubble tea, berasal dari Taiwan yang dibuat menyerupai mutiara, berbahan dasar tapioka. Boba selain disajikan dengan teh hitam dapat juga digunakan dalam berbagai makanan hingga es krim.
Tapioka bahan pembuatan boba sendiri menggunakan ekstrak umbi jenis singkong, sehingga memiliki tekstur kenyal. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu kita tahu ketika mengonsumsi jenis minuman ini. Apa saja hal tersebut? Simak ulasan berikut ini.
Isu menyebabkan kanker
Ada beberapa kabar yang berkembang bahwa minuman ini dapat menyebabkan kanker. Namun hal ini mendapat bantahan oleh pakar dan peneliti. Menurut Healthline, tidak mungkin minuman ini mengandung karsinogen yang dapat memicu zat kanker.

Beberapa orang keliru akibat salah mengidentifikasi senyawa ini sebagai PCB atau poliklorinasi bifenil, yang memungkinkan karsinogen. Belum ada fakta yang jelas mengenai kandungan karsinogen dalam beragam penelitian minuman boba ini.
Berisiko diabetes

Meningkatkan risiko obesitas dan masalah lain
Selain diabetes, minuman ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan kegemukan karena kadar gula yang tinggi. imbangi dengan olahraga yang teratur ketika mengonsumsi minuman ini agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Jika menghitung melalui program diet 2.000 kalori, 475 mL minuman boba akan menjadi sekitar 76 persen dari asupan gula harian pada tubuh. Angka ini tentu sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu kita imbangi dengan minum air putih, menjadi lebih produktif dan rutin olahraga.
BACA JUGA: 7 Cemilan Yang Cukup Ramah untuk Penderita Diabetes
Gula memang manis dan enak, tapi, juga bisa menjadi musuh bebuyutan bagi kesehatan saat berlebihan. Konsumsi sesuai batas atau bisa juga kita variasi dengan penghasil manis alami seperti buah-buahan.
