
Pemeriksaan vitamin D pada anak sangat penting untuk mendeteksi risiko gangguan tulang dan penurunan daya tahan tubuh sedini mungkin. Banyak ditemukan kasus ketika anak terlihat sehat secara fisik, tetapi hasil laboratorium menunjukkan kadar vitamin D yang sangat rendah. Defisiensi vitamin D pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang, rakitis, dan dapat meningkatkan risiko terjadinya fraktur atau patah tulang.
Mengapa Vitamin D Penting untuk Anak?
Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang berperan penting dalam metabolisme kalsium maupun respon imun tubuh. Vitamin D secara alami diproduksi di kulit dengan bantuan paparan sinar matahari maupun dari suplementasi dan makanan seperti telur, susu, dan salmon.
Bentuk vitamin D di kulit berupa 7-dehidrokolesterol yang dengan bantuan sinar ultraviolet B (UVB) akan berubah menjadi previtamin D3. Di dalam tubuh previtamin D3 akan diolah menjadi bentuk aktif yang dikenal dengan kalsitriol (1,25-(OH)2D). Bentuk aktif inilah yang berguna untuk tubuh kita.
Fungsi Vital Vitamin D bagi Anak
Vitamin D memiliki dua peran besar dalam tubuh anak:
- Kesehatan Tulang dan Gigi: Membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan agar tulang anak tumbuh padat, kuat, dan mencegah tubuh anak menjadi pendek (stunting).
- Benteng Sistem Imun: Mengaktifkan sel darah putih (makrofag dan limfosit) untuk melawan infeksi bakteri maupun virus, seperti batuk, pilek, TBC, dan asma.
Oleh karena fungsinya yang sangat luas, anak membutuhkan vitamin D sejak lahir, yaitu untuk bayi usia 0-1 tahun diberikan suplemantasi vitamin D 400 IU/hari, sedangkan pada anak diatas 1 tahun memerlukan suplemantasi vitamin D 600 IU/ hari.
Baca juga: Vitamin D Berfungsi untuk Tulang dan 7 Manfaat Ini
Pemeriksaan Vitamin D pada Anak
Pemeriksaan vitamin D adalah tes laboratorium untuk mengukur kadar vitamin 25 hidroksikalsiferol/kalsidiol (25(OH) D). Kadar 25(OH)D serum merupakan indikator yang paling baik untuk menggambarkan status vitamin D, karena merupakan gabungan antara vitamin D3 dan vitamin D2 baik yang diproduksi kulit maupun melalui makanan.
Selain itu kadar 25(OH)D mempunyai waktu paruh yang panjang yaitu 2-3 minggu sehingga variasi kadar sangat kecil dan lebih menggambarkan keadaan klinis pasien. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan melalui pengambilan darah vena dan pemeriksaan ini tidak memerlukan persiapan khusus seperti puasa.
Kapan Waktu Tepat Periksa Kadar Vitamin D?
Pemeriksaan vitamin D tidak disarankan menjadi pemeriksaan darah rutin bagi semua anak yang sehat tanpa gejala. Suplementasi harian pencegahan bisa langsung diberikan tanpa tes darah terlebih dahulu (400 IU/hari untuk bayi <1 tahun, dan 600 IU/hari untuk anak >1 tahun).
Namun, pemeriksaan darah di laboratorium wajib dan penting segera dilakukan jika anak Anda berada dalam kelompok risiko tinggi berikut:
- Mengalami gejala klinis: Anak sering mengeluh nyeri tulang, otot lemas, terlambat berjalan, atau bentuk kaki melengkung (letter O atau X).
- Infeksi berulang: Anak sangat sering terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA) atau batuk pilek yang tak kunjung sembuh.
- Kondisi medis khusus: Anak dengan obesitas, berkulit gelap, anak yang jarang terpapar sinar matahari pagi, asupan vitamin D rendah atau memiliki gangguan penyerapan usus, penyakit ginjal, maupun penyakit hati.
- Evaluasi terapi: Anak yang sedang menjalani pengobatan defisiensi vitamin D (diperiksa ulang 6 bulan setelah terapi untuk memantau keberhasilan pemberian vitamin D).
Baca juga: Selain Suplemen, 4 Makanan Ini Juga Mengandung Vitamin D
Berapa Nilai Normal Vitamin D pada Anak?
Berdasarkan IDAI, nilai referensi untuk vitamin D adalah :
- Kadar vitamin D (25-OH D) normal : 30 -100 ng/mL
- Kadar vitamin D (25-OH D) insufisiensi : 20 – 29 ng/mL
- Kadar vitamin D (25-OH D) defisiensi : < 20 ng/mL
- Kadar vitamin D (25-OH D) defisiensi berat < 5 ng/mL
Jika hasil vitamin D rendah, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter. Dari konsultasi, dokter akan menilai apakah anak memiliki gejala, faktor risiko, kelainan kalsium atau fosfor, gangguan tulang, penyakit penyerta, atau kebutuhan terapi khusus.
Penyakit Akibat Defisiensi Vitamin D pada Anak
Jika kekurangan zat ini dibiarkan tanpa penanganan medis, anak rentan mengalami komorbiditas dan penyakit serius, antara lain:
- Riketsia Nutrisional (Rakitis): Penyakit pelunakan tulang pada anak yang membuat tulang rapuh, mudah patah, dan menyebabkan kelainan bentuk kaki permanen.
- Keterlambatan Motorik: Anak mengalami kelemahan otot ekstremitas sehingga terlambat merangkak, berdiri, atau berjalan.
- Penyakit Autoimun & Alergi: Kekurangan vitamin D mengacaukan sistem imun, memicu peningkatan risiko asma, dermatitis atopik (eksem), hingga diabetes tipe 1.
⚠️ Informasi ini bertujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis professional. Jika anda memilki gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter.
- Pemeriksaan Lab Vitamin D pada Anak: Kapan Diperlukan? - August 31, 2026
- Pemeriksaan Laboratorium Trimester Pertama: Tes Penting bagi Ibu dan Janin - August 14, 2026
- Fungsi Pemeriksaan SGOT, SGPT, dan Tes Fungsi Hati - July 31, 2026