Virus Andes:


Varian Virus Hanta yang Dapat Menular Antar Manusia, Apa yang Perlu Dipahami?


dr. Ariel Pradipta, M.Res., Ph.D. 
(Ahli Imunologi, Genomik & Diagnostik Molekuler GSI Lab)
Berpengalaman dalam pemeriksaan berbasis PCR dan analisis biomolekuler untuk diagnosis penyakit infeksi.

Dalam beberapa minggu terakhir, perhatian dunia tertuju pada kasus virus Hanta yang terjadi di sebuah kapal pesiar internasional di Samudra Atlantik. Peristiwa ini menarik perhatian bukan hanya karena tingkat keparahan penyakitnya, tetapi karena adanya dugaan penularan antar manusia, sesuatu yang sebelumnya jarang dikaitkan dengan virus Hanta.

Di balik kejadian ini, terdapat satu varian yang menjadi pusat perhatian, yaitu Virus Andes. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah hal ini menandakan perubahan cara penyebaran virus Hanta secara global, atau justru merupakan fenomena yang sangat spesifik dan terbatas.

Apa Itu Virus Andes atau Virus Hanta Varian Andes?

Virus Andes merupakan salah satu jenis virus Hanta yang ditemukan terutama di wilayah Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Chile. Seperti virus Hanta pada umumnya, virus ini berasal dari hewan pengerat dan ditularkan ke manusia melalui paparan terhadap urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Namun, virus Andes memiliki karakteristik yang membedakannya dari varian lain:

  • Penularan Antar Manusia: Jika sebagian besar virus Hanta hanya menular dari hewan ke manusia, virus Andes diketahui sebagai satu-satunya jenis yang dapat menular antar manusia, meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas.
  • Dampak Kesehatan: Infeksi yang ditimbulkan umumnya berupa Hantavirus Pulmonary Syndrome, suatu kondisi serius yang menyerang sistem pernapasan dan dapat berkembang dengan cepat.

Mengapa Virus Andes Menjadi Perhatian?

Dalam kebanyakan kasus virus Hanta, manusia yang terinfeksi tidak menularkan virus tersebut ke orang lain (dead-end infection). Virus Andes menjadi pengecualian terhadap pola ini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal penyakit, virus ini dapat ditemukan dalam jumlah cukup tinggi pada cairan tubuh atau saluran pernapasan pasien.

Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya penularan, terutama ketika terdapat kontak yang erat dan berlangsung cukup lama. Meskipun demikian, kemampuan penularan ini jauh lebih terbatas dibandingkan virus pernapasan lain seperti influenza atau SARS-CoV-2.

Bagaimana Penularan Antar Manusia Bisa Terjadi?

Penularan virus Andes antar manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara umum dalam interaksi sehari-hari. Transmisi biasanya memerlukan situasi yang sangat spesifik, seperti:

  • Kontak dekat dalam waktu lama di ruang tertutup.
  • Interaksi intens antar anggota keluarga atau pasangan.
  • Terjadi pada fase awal ketika gejala mulai muncul (saat virus paling aktif).

Kasus Kapal Pesiar 2026

Kasus pada kapal pesiar MV Hondius awal Mei 2026 menjadi perhatian global karena adanya klaster infeksi dengan beberapa kematian. Investigasi menunjukkan bahwa virus yang terlibat adalah virus Andes, dan terdapat indikasi bahwa sebagian penularan mungkin terjadi antar penumpang. Menariknya, laporan awal tidak menemukan bukti kuat adanya paparan tikus di dalam kapal.

Otoritas kesehatan dunia, termasuk WHO, menegaskan bahwa risiko bagi populasi global tetap rendah dan situasi ini tidak sebanding dengan potensi pandemi seperti COVID-19.

Apakah Ini Relevan untuk Indonesia?

Saat ini, virus Andes sebagian besar ditemukan di Amerika Selatan dan belum ada bukti penularan luas di wilayah lain. Namun, kejadian di kapal pesiar menunjukkan bahwa mobilitas manusia global dapat membawa penyakit ke lokasi yang tidak terduga. Pendekatan yang paling bijak adalah memahami risiko secara proporsional.

Kesimpulan

Virus Andes adalah varian unik dengan kemampuan terbatas untuk menular antar manusia dalam kondisi khusus. Sebagian besar infeksi virus Hanta masih berkaitan dengan paparan terhadap hewan pengerat. Memahami mekanisme penularan tetap menjadi langkah utama dalam pencegahan. Jika terdapat gejala mencurigakan, terutama setelah perjalanan, segera lakukan evaluasi medis dan pemeriksaan laboratorium.


Baca juga: Cara Mencegah Infeksi Virus Hanta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *